Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Kekeringan Wonogiri, Sumur Bor Polisi Jadi Penyelamat 50 KK Warga Mlaran Ngandong

Sumur bor

Peresmian sumur bor Nglaran Desa Ngandong Kecamatan Eromoko Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketika kemarau membuat air bersih menjadi barang yang semakin sulit didapat, sebuah sumur bor kini menjadi tumpuan baru bagi puluhan keluarga di Dusun Mlaran, Desa Ngandong, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Sumur bor bantuan Polres Wonogiri tersebut resmi digunakan, Kamis (20/8/2026). Fasilitas itu diproyeksikan memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang selama musim kemarau menghadapi keterbatasan sumber air.

Peresmian dilakukan Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim bersama jajaran pejabat Polres Wonogiri, Forkopimcam Eromoko, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Bagi warga Mlaran, kehadiran sumur bor bukan sekadar tambahan fasilitas desa. Sumber air tersebut menjadi salah satu jawaban atas persoalan yang setiap tahun muncul ketika musim kemarau berlangsung.

Keterbatasan air bersih selama kemarau membuat kebutuhan sehari-hari warga menjadi lebih berat. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, sanitasi hingga aktivitas harian lainnya membutuhkan ketersediaan air yang memadai.

Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim mengatakan air merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, menurut dia, kehadiran Polri di tengah masyarakat juga diarahkan untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi warga.

“Program sumur bor ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian sosial dan empati Polres Wonogiri terhadap kesejahteraan masyarakat. Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum dan penjaga kamtibmas, tetapi juga berupaya memberikan solusi nyata atas kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Haris.

Ia berharap keberadaan sumur bor tersebut dapat mengurangi beban warga dalam memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.

Namun, ada pesan penting yang disampaikan Kapolres. Fasilitas tersebut diminta tidak hanya digunakan, tetapi juga dijaga dan dikelola bersama agar manfaatnya tidak berhenti dalam waktu singkat.

“Fasilitas ini kami titipkan kepada seluruh warga. Mari kita jaga, rawat dan kelola bersama dengan semangat gotong royong agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” katanya.

Kepala Desa Ngandong Eko Supriyanto menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, sumur bor sangat dibutuhkan warga Dusun Mlaran karena persoalan air bersih mulai terasa seiring berlangsungnya musim kemarau.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Polres Wonogiri yang telah merealisasikan pembangunan sumber air tersebut.

Eko berharap sumber air baru itu bisa segera dimanfaatkan secara optimal dan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Insyaallah dengan adanya sumber air ini, kekurangan air bersih di wilayah kami dapat terbantu. Kami akan berusaha memanfaatkan dan merawat fasilitas ini sebaik-baiknya untuk kepentingan warga,” imbuhnya.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolres Wonogiri. Setelah resmi digunakan, sumur bor tersebut diharapkan menjadi sumber air yang bisa dimanfaatkan warga secara berkelanjutan.

Langkah Polres Wonogiri membantu warga menghadapi kekeringan juga bukan kali pertama dilakukan tahun ini. Pada 30 Juni 2026, Polres Wonogiri sebelumnya meresmikan sumur bor air bersih di Dusun Nglempung, Desa Tegalharjo, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Dengan kemarau yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Wonogiri, persoalan air bersih kembali menunjukkan bahwa pembangunan sumber air menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Di Dusun Mlaran, satu sumur bor kini diharapkan mampu menjadi penopang kebutuhan sekitar 50 keluarga ketika sumber air lain mulai menipis. Aris Arianto

Exit mobile version