WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gawai kini bukan lagi sekadar alat komunikasi. Di tangan keluarga, ponsel bisa menjadi sarana belajar, mencari informasi hingga mendukung usaha. Namun, tanpa penggunaan yang tepat, gawai atau gadget juga dapat membawa persoalan baru.
Hal itulah yang dibahas dalam kegiatan Literasi Ala Ibu-Ibu (LABUBU) di Pendopo Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang diikuti kader PKK Pokja 1 dan Pokja 2 dari 13 desa se-Kecamatan Baturetno tersebut mengangkat tema “Bijak Menggunakan Gawai”.
Seminar menghadirkan Miswanto, M.E., pegiat literasi sekaligus Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI Lokus Wonogiri.
Dalam paparannya, Miswanto mengajak ibu-ibu PKK tidak hanya bisa menggunakan ponsel, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkannya secara sehat, aman dan produktif.
Pembahasan diarahkan pada sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan keluarga, mulai dari mendampingi anak saat menggunakan internet, mengatur waktu layar, hingga memilah informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
Menariknya, peserta juga diajak mengikuti survei sederhana dengan menuliskan empat jenis aplikasi yang paling sering digunakan, yakni media sosial, game, pendidikan dan perpustakaan digital.
“Dari kegiatan tersebut, peserta diajak melihat kembali apakah kebiasaan menggunakan gawai selama ini sudah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan keluarga,” jelas Miswanto.
Seminar kemudian dibuat lebih interaktif melalui diskusi kelompok. Para peserta diminta menyusun “Pohon Literasi Bijak Menggunakan Gawai” dengan merumuskan akar, batang hingga buah dari perilaku digital yang sehat.
Berbagai gagasan muncul, seperti membatasi penggunaan gawai, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, mendampingi anak saat berselancar di internet serta memanfaatkan aplikasi pendidikan dan perpustakaan digital.
Sebelum seminar dimulai, kegiatan LABUBU juga diisi Lomba Pengucapan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perwakilan PKK dari masing-masing desa mengikuti lomba bertema “Menjaga Warisan, Tingkatkan Wawasan”.
Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu PKK didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki peran penting sebagai penggerak literasi digital di keluarga. Gawai diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan, mendukung pendidikan anak hingga membuka peluang pemberdayaan ekonomi.
Bagi keluarga, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kemampuan menentukan apa yang perlu dilihat, dipercaya, dibagikan dan dimanfaatkan. Aris Arianto
