KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan eduwisata terus dilakukan di Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.
Kali ini, Tim Program Desa Binaan (PDB) 2026 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerapkan sejumlah teknologi tepat guna untuk mendukung pengembangan potensi desa.
Tiga inovasi yang diterapkan tersebut meliputi penggunaan alat pembuat opak gambir, teknologi vacuum packing, serta pemasangan palang penunjuk arah wisata modern di sejumlah titik strategis desa.
Program tersebut dipimpin Ketua Tim PDB UNS, Prof. Dr. Eng. Syamsul Hadi, S.T., M.T., bersama tim akademisi yang turun langsung mendampingi masyarakat, pemerintah desa, kelompok tani, hingga pelaku UMKM.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat potensi lokal Desa Gentungan, baik melalui peningkatan produktivitas usaha pangan maupun penataan kawasan eduwisata.
Salah satu fokus program adalah pengembangan UMKM olahan pangan lokal, khususnya produk opak gambir. Tim pengabdian UNS memberikan bantuan alat pembuat opak gambir sekaligus pelatihan kepada masyarakat mengenai penggunaannya.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses produksi sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk, termasuk dari sisi rasa dan ketebalan adonan.
Selain itu, pelaku UMKM juga mendapat dukungan teknologi vacuum packing. Penggunaan kemasan kedap udara tersebut diharapkan mampu menjaga produk tetap higienis serta memperpanjang masa simpan, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan ke wilayah yang lebih luas.
Salah seorang perwakilan pelaku UMKM Desa Gentungan mengaku keberadaan alat pembuat opak gambir dan mesin vacuum packing memberikan kemudahan dalam meningkatkan kualitas maupun kapasitas produksi.
“Dengan adanya alat pembuatan opak gambir dan mesin vacuum packing ini, kami merasakan kemudahan dalam meningkatkan kualitas, ketahanan produk, serta kuantitas hasil produksi kami,” ujarnya.
Tak hanya menyasar sektor UMKM, Tim PDB UNS juga melakukan penataan untuk mendukung pengembangan kawasan eduwisata Desa Gentungan.
Bersama warga, tim memasang palang penunjuk arah wisata di sejumlah titik strategis. Keberadaan penunjuk arah tersebut diharapkan dapat memudahkan pengunjung dalam menjelajahi berbagai potensi wisata dan edukasi yang ada di desa.
Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari pengembangan eduwisata antara lain kawasan pertanian organik hingga Embung Setumpeng.
Kepala Desa Gentungan menyambut positif pendampingan dan penerapan berbagai inovasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan kalangan akademisi menjadi modal penting untuk mendorong kemandirian desa.
“Kami sangat antusias dengan perkembangan ini. Melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi, kami optimistis Desa Gentungan akan menjadi desa mandiri yang unggul dengan potensi wisata edukasi yang mampu mendongkrak perekonomian lokal,” ujarnya.
Penerapan teknologi tepat guna dan pemasangan palang wisata tersebut juga melengkapi penataan fasilitas desa lainnya, seperti penerangan jalan umum dan perbaikan jalur pejalan kaki.
Penataan terpadu itu diharapkan membuat kawasan wisata Desa Gentungan semakin nyaman dan menarik bagi pengunjung, sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Seluruh rangkaian program tersebut selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Gentungan. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan desa terpadu yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Program Desa Binaan UNS tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan melibatkan mahasiswa dan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan masyarakat desa. [*]
