Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Duet Gus Kikin-Miftachul Akhyar Dituding Titipan Prabowo, Ini Jawaban Ketua MPR

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam periode 2026-2031 memunculkan isu politik di balik hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Duet kepemimpinan baru PBNU tersebut bahkan dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Beredar isu bahwa Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar merupakan “paket titipan” Prabowo dalam muktamar yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Namun, isu tersebut dibantah Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Muzani mengakui kabar mengenai dugaan adanya paket titipan tersebut memang beredar. Meski demikian, dia mengaku tidak menemukan indikasi seperti itu dalam proses pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

“Itu berseliweran, tapi saya tidak melihat adanya isu itu,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Muzani, hasil muktamar justru menunjukkan bahwa forum tertinggi NU tersebut dapat berjalan dengan baik hingga menghasilkan kepemimpinan baru.

Dia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dinilainya berlangsung kondusif dengan suasana kekeluargaan.

“Kami bersyukur Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Jombang berlangsung sukses, penuh kekeluargaan, penuh keakraban, dan telah menghasilkan pemimpin baru Rais Aam Kiai Haji Miftachul Achyar dan Ketua Umum PBNU Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin,” ucap Muzani.

Muzani berharap kepemimpinan baru tersebut mampu menjaga posisi NU sebagai salah satu kekuatan penting dalam kehidupan sosial dan kebangsaan Indonesia.

Dia secara khusus berharap PBNU di bawah kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin dapat memperkuat persatuan serta menjaga kerukunan masyarakat.

“Kami berharap organisasi ini akan tetap memberikan kontribusi yang besar bagi masa depan pembangunan Indonesia, bagi kerukunan, bagi persatuan, bagi persaudaraan, dan bagi harmoni serta kerukunan dalam beragama,” pungkasnya.

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU

Sementara itu, Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah menghasilkan susunan kepemimpinan baru PBNU untuk masa khidmat 2026-2031.

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU setelah proses musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) selesai pada Senin (31/8/2026) pagi.

Sebelumnya, KH Miftachul Akhyar telah ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU.

Penetapan Gus Kikin dilakukan setelah AHWA yang terdiri atas sejumlah kiai melakukan musyawarah terhadap lima nama calon Ketua Umum PBNU.

Hasil musyawarah tersebut akhirnya mengerucut pada satu nama yang dipilih secara mufakat.

“Setelah melakukan musyawarah dari lima lima nama calon, maka AHWA secara mufakat memilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031,” kata KH Anwar Iskandar, perwakilan AHWA, saat membacakan hasil musyawarah.

Dengan hasil tersebut, PBNU periode 2026-2031 kini dipimpin duet KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum.

Duet tersebut kemudian menjadi sorotan di luar forum muktamar karena munculnya isu mengenai dugaan keterkaitan dengan kepentingan politik pemerintahan Prabowo Subianto. Namun, hingga kini isu tersebut dibantah oleh Muzani yang mengaku tidak melihat adanya indikasi paket titipan dalam proses muktamar. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version