Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Nilai Matematika Sempat Turun, SMPN 2 Girimarto Punya Cara Tak Biasa: CERMIN Bikin Siswa Terbiasa Berpikir Logis

Matematika

Inovasi CERMIN di SMPN 2 Girimarto Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Matematika masih menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran siswa. Kondisi itu ikut dirasakan SMP Negeri 2 Girimarto setelah nilai kemampuan siswa pada materi bilangan pada 2024 tercatat 71,79, turun 1,44 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekolah pun tidak memilih cara lama untuk merespons kondisi tersebut. SMPN 2 Girimarto meluncurkan inovasi pembelajaran bernama CERMIN atau Cerdas Matematika dan Numerasi.

Program itu dirancang untuk membawa matematika lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari siswa. Jadi, pembelajaran tidak berhenti pada hafalan rumus, tetapi diarahkan untuk melatih kemampuan memecahkan masalah, berpikir logis, kritis, sekaligus membangun kepercayaan diri.

Langkah demikian juga berangkat dari persoalan numerasi yang masih menjadi tantangan pendidikan secara lebih luas. Berdasarkan hasil PISA 2022 yang dirilis OECD, sekitar 18 persen siswa Indonesia mencapai Level 2 atau lebih dalam matematika, yang menjadi batas dasar kemampuan untuk menerapkan matematika dalam situasi sederhana.

Di tingkat daerah, Rapor Pendidikan Kabupaten Wonogiri 2024 mencatat capaian kemampuan secara umum sebesar 83,41 dan jenjang SMP sebesar 87,98. Namun, data di SMPN 2 Girimarto menunjukkan masih terdapat ruang untuk memperkuat kemampuan siswa, khususnya pada materi bilangan.

Penggagas Inovasi CERMIN, Sri Warsini, mengatakan kondisi tersebut menjadi dasar bagi sekolah untuk memperbaiki pendekatan pembelajaran matematika.

“Penurunan nilai pada materi bilangan menjadi peringatan bagi kami untuk berbenah. Matematika sering kali dianggap sulit dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Lewat Inovasi CERMIN, kami ingin mendekatkan matematika ke dalam kehidupan nyata siswa. Tujuan utamanya bukan sekadar mengejar nilai di Rapor Pendidikan, tetapi membentuk kemampuan berpikir kritis, logis, dan rasa percaya diri pada setiap anak,” ujar Sri Warsini, Kamis (25/9/2026).

Dalam pelaksanaannya, CERMIN tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan tambahan di kelas. Konsep matematika dimasukkan ke berbagai aktivitas belajar sehingga siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk menggunakan kemampuan numerasi dalam situasi yang mereka temui sehari-hari.

Sejumlah kegiatan yang menjadi bagian dari inovasi tersebut antara lain:

✓ Papan Tantangan CERMIN, yang digunakan untuk melatih siswa menyelesaikan persoalan matematika secara berkala.
✓ Pojok Angka CERMIN, sebagai media untuk mengenalkan penggunaan angka dan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
✓ Integrasi matematika dengan berbagai mata pelajaran lain sehingga siswa dapat melihat hubungan antara numerasi dengan bidang pembelajaran yang berbeda.

Pendekatan itu membuat siswa tidak hanya berhadapan dengan soal di buku. Mereka juga diajak memahami bagaimana angka, perhitungan, pola, dan logika digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Kepala SMPN 2 Girimarto, Rahayu Widayanti, menyampaikan dukungan terhadap penerapan inovasi tersebut di sekolah.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi hadirnya Inovasi CERMIN. Program ini tidak hanya terbukti meningkatkan pemahaman matematika siswa secara nyata, tetapi juga berhasil mengubah suasana belajar di sekolah menjadi lebih hidup, ramah, dan inklusif. Siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan terbiasa berpikir logis. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan inovasi ini agar menjadi praktik baik yang bermanfaat secara luas,” ungkap Rahayu Widayanti.

Melalui CERMIN, SMPN 2 Girimarto mencoba menjadikan numerasi sebagai kebiasaan yang hadir dalam aktivitas belajar sehari-hari. Pendekatan tersebut juga membuka ruang agar siswa melihat matematika sebagai alat untuk memahami persoalan, bukan sekadar mata pelajaran yang dipenuhi rumus.

Sekolah berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu praktik pembelajaran yang dapat diterapkan secara lebih luas sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

Bagi SMPN 2 Girimarto, persoalan nilai matematika yang sempat menurun menjadi titik awal untuk mengubah cara belajar. Dari Papan Tantangan hingga Pojok Angka, CERMIN diarahkan untuk membuat siswa lebih terbiasa menggunakan logika, angka, dan kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Aris Arianto

Exit mobile version