Beranda Daerah Solo Haul ke-18 PB XII Digelar di Siti Hinggil, Gusti Moeng Ungkap Pesan...

Haul ke-18 PB XII Digelar di Siti Hinggil, Gusti Moeng Ungkap Pesan Sang Sinuhun soal Daerah Istimewa Surakarta

GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng bersama sejumlah keluarga dan abdi dalem Karaton Surakarta duduk lesehan di depan sejumlah nasi tumpeng dalam rangka persiapan Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII, Jumat (2/10/2026). Rangkaian haul dipusatkan di Siti Hinggil Karaton Surakarta pada Minggu (4/10/2026) | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Karaton Surakarta Hadiningrat akan menggelar Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII pada Minggu (4/10/2026). Dalam momentum tersebut, keluarga Karaton kembali mengenang pesan sang Sinuhun, termasuk harapannya agar Daerah Istimewa Surakarta memiliki dasar hukum dan dapat diundangkan pemerintah.

Haul akan dipusatkan di Siti Hinggil Karaton Surakarta. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Pajimatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, pada Senin (5/10/2026).

Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan persiapan pelaksanaan haul telah dilakukan.

Gusti Moeng yang merupakan putri Sinuhun Pakubuwono XII mengatakan tahlilan akan dimulai setelah azan Zuhur, sekitar pukul 11.00 WIB, di Siti Hinggil.

“Besok tanggal 4 di Setinggil jam 11 siang akan mulai tahlil setelah azan Zuhur,” ujar Gusti Moeng, Jumat (2/10/2026).

Sejumlah abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat memanjatkan doa dalam rangkaian Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII, Jumat (2/10/2026) | Foto: Istimewa

Tahlilan akan diikuti para sentono, abdi dalem garap, serta abdi dalem lainnya di lingkungan Karaton Surakarta.

Tahlilan Dipusatkan di Siti Hinggil

Menurut Gusti Moeng, pemilihan Siti Hinggil sebagai lokasi tahlilan berkaitan dengan kondisi kawasan utama Karaton Surakarta yang saat ini masih digunakan untuk proses penataan dan penyatuan berbagai benda karaton.

Sejumlah benda, termasuk gamelan dan koleksi dari museum, tengah menjalani proses penataan dalam rangka revitalisasi kawasan karaton.

Namun, pelaksanaan haul di Siti Hinggil bukan kali pertama dilakukan. Kawasan tersebut sebelumnya juga pernah digunakan untuk kegiatan serupa ketika akses menuju kawasan utama karaton mengalami keterbatasan.

Baca Juga :  Antisipasi Cuaca Buruk Nataru, DLU Matangkan Kesiapan Armada dan Perkuat Sistem Keselamatan

Selain tahlilan, pada Minggu pagi juga dijadwalkan paparingan ganjaran pangkat sesepuhan bagi sejumlah abdi dalem.

Gusti Moeng mengatakan jumlah penerima ganjaran pangkat sesepuhan yang baru relatif terbatas. Sebagian besar kenaikan pangkat diberikan kepada abdi dalem yang sebelumnya telah menjalankan tugas dalam berbagai kegiatan karaton, termasuk rangkaian Jumenengan Sinuhun Pakubuwono XIV.

“Ganjaran pangkat sesepuhan ini yang baru pastinya hanya sedikit, karena ini kebanyakan kenaikan maupun pangkat kemarin, yang pada nyambut gawe atau bekerja untuk Jumenengan Sinuwun Pakubuwono XIV,” jelasnya.

Dilanjutkan Ziarah ke Imogiri

Usai tahlilan di Siti Hinggil, rangkaian Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII dilanjutkan dengan nyekar atau ziarah ke Pajimatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Senin (5/10/2026).

Rombongan keluarga dan lingkungan Karaton Surakarta dijadwalkan berangkat sekitar pukul 11.00 WIB.

Ziarah ke Pajimatan Imogiri merupakan bagian dari tradisi tahunan keluarga Karaton untuk mengenang dan mendoakan Sinuhun Pakubuwono XII yang wafat pada 2004.

Selain menjadi momentum untuk mendoakan dan memberikan penghormatan kepada leluhur, haul juga menjadi ruang untuk kembali mengenang perjalanan, pesan dan pemikiran Sinuhun Pakubuwono XII.

Pesan PB XII soal Daerah Istimewa Surakarta

Memasuki haul ke-18, Gusti Moeng mengungkap kembali salah satu pesan Sinuhun Pakubuwono XII yang masih diingat keluarga hingga sekarang.

Pesan tersebut berkaitan dengan harapan agar Daerah Istimewa Surakarta memiliki dasar hukum dan dapat diundangkan oleh pemerintah.

Menurut Gusti Moeng, harapan tersebut merupakan salah satu pesan yang disampaikan Sinuhun Pakubuwono XII hingga menjelang akhir hayatnya. Namun, ketika PB XII wafat pada 2004, harapan tersebut belum terwujud dalam bentuk undang-undang.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Jongke Keluhkan Kondisi Pasar Sepi, Omzet Harian Sulit Tembus Rp 200 Ribu

“Harapan kami pastinya Sinuhun berarti kan sudah haul yang ke-18, tapi beliau waktu mau wafat memberikan pesan supaya Daerah Istimewa Surakarta itu bisa diundangkan. Yang dibawa sampai beliau wafat, surat belum terwujud itu,” ujar Gusti Moeng.

Pesan tersebut kembali dikenang dalam momentum haul tahun ini sebagai bagian dari ingatan keluarga terhadap perjalanan dan pemikiran Sinuhun Pakubuwono XII.

Haul ke-18 PB XII tahun ini digelar di tengah proses revitalisasi dan penataan kawasan Karaton Surakarta. Rangkaian tahlilan dan ziarah menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus kesinambungan ingatan sejarah Karaton Surakarta.

Bagi keluarga Karaton, warisan seorang raja tidak hanya berupa benda maupun tradisi, tetapi juga pesan dan pemikiran yang terus dikenang oleh generasi penerus. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.