Beranda Daerah Solo Jamaah Pasuruan Saja Tembus 10 Ribu, Pemkot Solo Tambah Tenda dan Fasilitas...

Jamaah Pasuruan Saja Tembus 10 Ribu, Pemkot Solo Tambah Tenda dan Fasilitas Nobar Live Streaming

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Keraton Kasunanan Solo mempersiapkan sejumlah fasilitas untuk menyambut kedatangan ribuan jamaah dan wisatawan dari berbagai daerah yang akan menghadiri acara Haul Solo. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Keraton Kasunanan Solo mempersiapkan sejumlah fasilitas untuk menyambut kedatangan ribuan jamaah dan wisatawan dari berbagai daerah yang akan menghadiri acara Haul Solo.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, salah satu rombongan besar berasal dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, terdapat sekitar 10 ribu jamaah yang telah terdaftar untuk menghadiri haul.

“Yang terdaftar 10.000 dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Tentunya ini kita kewalahan, tapi kami kerja keras menerima tamu-tamu dari tempat lain,” ujar Respati, Jumat, (02/10/2026).

Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah jamaah, Pemkot Solo bersama TNI dan Polri menyiapkan sejumlah tenda yang dapat digunakan sebagai tempat menerima dan melayani para tamu yang ditempatkan di Alun-Alun Utara.

Saat ini, terdapat sekitar lima tenda yang telah tersedia. Pemkot Solo berencana menambah jumlah tenda dengan menggandeng sejumlah unsur TNI, termasuk Korem, Kodim, TNI AU, hingga Kopassus.

“Hari ini baru empat, di sana ada satu dari TNI. Baru lima. Nanti akan kita lipat gandakan dan sebanyak-banyaknya kita mohon bantuan kepada lembaga vertikal yang lain,” kata Respati.

Selain menambah tenda, Pemkot Solo juga membuka layanan di seluruh wilayah Kecamatan Pasar Kliwon. Fasilitas tersebut dapat digunakan jamaah secara gratis dan dilengkapi layanan live streaming acara haul.

Respati memperkirakan jumlah jamaah dan wisatawan yang datang bisa mencapai dua kali lipat dari jumlah rombongan yang telah terdata dari Pasuruan.

“Dua kali lipat saya rasa. Hari ini penerimanya luar biasa,” ujarnya.

Menurut Respati, pelaksanaan Haul Solo juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kedatangan ribuan jamaah dinilai dapat meningkatkan aktivitas pelaku UMKM dan pedagang.

Baca Juga :  Sarasehan di Monumen Pers Solo, Sejumlah Tokoh Bedah Tantangan Pengamalan Pancasila  

“Haul Solo ini akan meningkatkan UMKM, meningkatkan perekonomian, pedagang semua bahagia,” katanya.

Sementara itu salah satu Anggota Tim Hukum Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan Keraton Surakarta menjadi salah satu kawasan yang turut dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan jamaah.

Menurutnya, Keraton memiliki posisi sebagai kawasan yang berdekatan dengan pusat kegiatan haul. Karena itu, kedatangan jamaah dalam jumlah besar harus dikelola bersama agar tidak menimbulkan persoalan, terutama terkait kebersihan dan fasilitas dasar.

“Kita ini memang tetangga terdekat dari kegiatan itu. Mau tidak mau, suka tidak suka harus kita lakukan agar kedatangan mereka itu tidak jadi masalah tapi jadi berkah,” ujar Eddy.

Eddy memperkirakan jumlah jamaah yang datang ke Solo tidak hanya berasal dari Pasuruan. Jika ditambah rombongan dari sejumlah daerah lain, jumlahnya diperkirakan dapat mendekati 20 ribu orang.

Ia menilai pengelolaan kawasan harus dilakukan secara bersama-sama antara Keraton Surakarta, Pemkot Solo dan stakeholder terkait.

“Kalau tidak dimanajemeni dengan baik dan bersama-sama, kedatangan mereka yang satu kabupaten saja 10 ribu itu, kalau plus kabupaten yang lain menurut saya hampir 20 ribuan,” katanya.

Keraton juga belajar dari pelaksanaan haul pada tahun-tahun sebelumnya. Eddy menyebut persoalan yang kerap muncul ketika banyak jamaah menginap di kawasan sekitar adalah sampah, termasuk persoalan sanitasi.

Karena itu, sejumlah pembenahan dilakukan di kawasan Keraton. Selain penataan tempat, Keraton juga menyiapkan CCTV untuk meningkatkan keamanan.

“Kita sekarang juga pasang CCTV, lalu kita sediakan juga soket-soket untuk mengisi baterai, termasuk untuk penerangan maupun exhaust untuk udara,” jelasnya.

Siapkan Toilet Portable dan Tandon Air

Salah satu perhatian utama dalam persiapan kawasan untuk jamaah adalah ketersediaan air dan toilet.

Baca Juga :  Angkat Wayang Pahlawan, Karya Dosen ISI Solo Tembus Pameran Internasional di Irak

Eddy mengatakan Pemkot Solo telah berkoordinasi dengan Keraton terkait penyediaan toilet portable yang akan ditempatkan di sejumlah titik.

“Dalam pembicaraan Mas Wali kan menyampaikan ke Den Ayu nanti ada toilet portable dari pemerintah kota. Jumlahnya berapa dan tempatnya di mana sudah diplotting,” katanya.

Selain toilet portable, fasilitas yang sudah tersedia di kawasan Keraton juga akan dibenahi. Pemerintah dan Keraton juga menyiapkan tambahan tandon air untuk mencukupi kebutuhan jamaah.

“Yang sudah ada juga kita benahi. Lalu ditambah itu termasuk penyediaan tandon air yang diharapkan mencukupi. Karena dari tahun ke tahun itu kelemahannya di situ antara lain,” ujar Eddy.

Eddy menambahkan, dukungan Keraton terhadap pelaksanaan haul tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat. Menurutnya, momentum kedatangan ribuan jamaah juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Berkah untuk siapa? Ya, terutama adalah UMKM tentu saja,” katanya.

Ia berharap pengelolaan kedatangan jamaah dilakukan secara terintegrasi dengan tetap memperhatikan sisi kebudayaan. Menurutnya, Keraton juga memiliki kepentingan untuk mengenalkan kebudayaan kepada masyarakat yang datang ke Solo.

“Bagaimana hubungan antara kebudayaan satu sisi dan bagaimana kita melakukan syiar sisi yang lain itu mesti terintegrasi secara baik,” pungkasnya. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.