Beranda Daerah Solo Rasamadu Heritage Kembangkan Konsep Baru Honey Garden, Usung Eduwisata Keluarga 

Rasamadu Heritage Kembangkan Konsep Baru Honey Garden, Usung Eduwisata Keluarga 

Pengelola Rasamadu Heritage, destinasi wisata sejarah di Kartasura, Sukoharjo menyiapkan konsep baru bernama Honey Garden. Konsep ini direncanakan launching pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) pertengahan Desember 2026. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pengelola Rasamadu Heritage, destinasi wisata sejarah di Kartasura, Sukoharjo menyiapkan konsep baru bernama Honey Garden. Konsep ini direncanakan launching pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) pertengahan Desember 2026.

General Manager Rasamadu Heritage, Mackong Andy menjelaskan konsep baru ini menghidupkan kembali nama historis pabrik. “Awalnya perusahaan Belanda, beralih ke Mangkunegaran dan diberi nama Pabrik Gula Rasa Madu. Kita mengambil nama itu lagi,” ujar, Kamis (30/9/2026).

Korelasi nama Rasa Madu dengan Honey Garden, lanjutnya, adalah perpaduan antara tebu dan madu. Nantinya kawasan tersebut akan ditanami tebu sekaligus pengembangan budidaya lebah madu dengan varian extra floral dari pohon Akasia.

“Pengunjung bisa tes madu, bahkan bisa request untuk disengat lebah sebagai terapi. Ada yang memang minta diterapi seperti itu,” katanya.

Baca Juga :  Viralkan Pelanggan Diklaim Tak Bayar Tagihan Rp530 Ribu, Resto di Solo Dilaporkan ke Polisi

Tidak hanya soal madu, Honey Garden juga akan mengintegrasikan unsur tradisional dengan menggandeng pengrajin Batik Laweyan. Dari sisi atraksi, pengelola menyiapkan akuarium ikan hiu dan permainan lighting dengan konsep mengadopsi dari Jepang.

“Segmennya family. Bapak, Ibu, anak bisa eksplor di sana karena di sana enggak cuma tanaman,” jelasnya. Mackong menegaskan target pangsa pasar ini sejalan dengan tren peningkatan kunjungan.

Sepanjang tahun lalu, Rasamadu mencatat rata-rata kunjungan 25.000 hingga 30.000 pengunjung per bulan. Pada 2026 terjadi lonjakan menjadi 35.000 hingga 40.000 per bulan, dengan target akhir tahun bisa mencapai 45.000 sampai 50.000 pengunjung per bulan.

Terkait status bangunan cagar budaya bergaya Art Deco yang dibangun 1899 dan direnovasi 1920 pasca kebakaran, Mackong memastikan keamanan tetap terjaga. Bangunan telah diverifikasi tim arkeolog dan mengantongi plakat Cagar Budaya.

Baca Juga :  SD Muhammadiyah PK Solo Borong 7 Penghargaan di Olimpiade Sains Jateng

“Kalau 30.000 dibreakdown per hari sekitar 1.000 pengunjung, masih menyebar ke semua area. Jadi aman untuk pengunjung,” pungkasnya. Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.