Beranda Daerah Wonogiri Oknum Brimob Diduga Aniaya Pemuda di Wonogiri

Oknum Brimob Diduga Aniaya Pemuda di Wonogiri

94
BAGIKAN

WONOGIRI--Seorang anggota Polri dari kesatuan Brimob Polda Banten Bataliyon B Pelopor Kompi 1 Peleton/Unit 3, berinisial WS (25), diduga terlibat menganiaya seorang pemuda. Kini oknum berpangkat Barada Polisi Satu (Baratu) tersebut dalam pencarian petugas.

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede melalui Kasubag Humas AKP Haryanto mengungkapkan, korban adalah OF (27), warga Lingkungan Ngebrak Lor RT 3 RW 1 Kelurahan/Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. Dia babak belur setelah dikeroyok tiga pemuda mabuk di bundaran depan Pasar Kecamatan Giriwoyo, Minggu (8/1/2018). Salah satu penganiaya tersebut merupakan anggota polisi. Korban mengalami luka memar di bagian mata serta luka sobek di bagian kepala akibat terkena pecahan gelas

“Tiga terduga penganiaya adalah WS (25) warga Lingkungan amalan Lor, Kelurahan/Kecamatan Giriwoyo, ST (23) warga Nguntoronadi, dan AD (24) warga Lingkungan Ngebrak Kidul, Kelurahan Giriwoyo,”ungkap Kasubaghumas, Jumat (12/1/2018).

Dia mengatakan, aksi penganiayaan i terjadi saat para pemabuk itu tengah pesta miras di bundaran Giriwoyo. Sekitar pukul 01.00 WIB, OF mendatangi ketiganya.

Kemudian WS langsung menghardik korban dengan sejumlah pertanyaaan. Tanpa dikomando, WS, ST dan AD menghajar OF hingga babak belur. Korban kemudian pulang dan melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Giriwoyo.“Petugas mengamankan barang bukti berupa pecahan gelas dan bukti visum,” kata dia. Sementara dua orang terduga pelaku sudah diamankan. Sedang satu terduga pelaku, WS, masih dalam proses pencarian.”WS yang juga anggota polisi masih dalam upaya pencarian petugas,” jelas dia.

Baca Juga :  Harga Air Bersih di Pracimantoro Tembus 150 Ribu. 9 Dari 12 Telaga Telah Mengering

Menurut dia, WS tercatat sebagai anggota Brimob Polda Banten Bataliyon B Pelopor Kompi 1 Peleton/Unit 3. Dia berpangkat Baratu. WS diketahui sudah mangkir kerja sekitar empat bulan lalu. Terhitung mulai tidak masuk dinas sejak 17 September 2017. Aris Arianto