loading...
Ditemukan : Kondisi jenazah yang ditemukan di area pos satpam CV Gloria di bilangan Jalan Sumpah Pemuda No.77 Genengan wilayah RT 08 / RW 12 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo pada Selasa (23/1/2018) pagi tadi. Foto : istimewa

SOLO-Masyarakat di wilayah Kecamatan Jebres, Kota Solo 2 kali digemparkan adanya penemuan mayat. Dua mayat ditemukan di dua lokasi berbeda.
Penemuan mayat yang pertama pada Senin (22/1/2018) lalu di kawasan sekitar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Waleri, Jl Urip Sumoharjo, Kepatihan Wetan, Jebres.
Namun hingga kini petugas kepolisian belum berhasil melakukan identifikasi lantaran jenazah saat ditemukan tanpa identitas.
Saat ditemukan korban mengenakan baju lengan panjang warna merah, celana pendek, rambut warna hitam pendek dan berusia sekitar 45 tahun.
Oleh petugas, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit dr. Moewardi Solo kemarin.
Sedangkan penemuan mayat selanjutnya di area pos satpam CV Gloria di bilangan Jalan Sumpah Pemuda No.77 Genengan wilayah RT 08 / RW 12 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo pada Selasa (23/1/2018) pagi tadi.
Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Dwi Joko Susilo (51), warga Pasar Kliwon, Kota Solo.
Informasi di lapangan menyebutkan, petugas kepolisian memastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh jenazah. Korban yang meninggal ditemukan oleh warga sekitar pukul 04.40 WIB.
“Menurut keterangan saksi, awalnya dikira korban ketiduran. Namun saat berusaha dibangunan tubuh korban sudah tidak bergerak dan seluruh badan korban dingin. Setelah memastikan kondisi korban, saksi langsung melapor ke Mapolsek Jebres,” ungkap Kapolsek Jebres Kompol Juliana.
“Setelah mendapat laporan kami langsung menerjunkan petugas guna proses pemeriksaan serta evakuasi jenazah. Jenazah langsung dibawa ke Rumah Duka untuk diserahkan ke pihak keluarga guna proses pemakaman,” sambung Kapolsek.
Kompol Juliana juga menyampaikan, berdasar hasil olah TKP jenazah tanpa untuk penemuan jasad pada Senin (22/1/2018) lalu, pihaknya memastika tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Menurut Juliana, jenazah tanpa identitas tersebut, saat ditemukan mengenakan baju lengan panjang warna merah, celana pendek, rambut warna hitam pendek, dan usia sekitar 45 tahun.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, jika ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya serta dapat mengetahui ciri-ciri jenazah tanpa identitas ini, kami harap segera melapor ke pihak kepolisian,” imbuh Kompol Juliana. Satria Utama

Baca Juga :  Aqua Dwipayana Sarankan Pejabat Pemkab Pacitan Tidak Tergiur Jadi Orang Edan. Mengapa?

Loading...