JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengharukan, Kondisi Terkini Sulami “Manusia Kayu” asal Sragen. Sakitnya Tak Sembuh, Ibunya Barusaja Meninggal Akibat Stroke

Kondisi terkini Sulami didampingi neneknya usai ditinggal ibunya yang belum lama meninggal. Foto diambil Sabtu (17/2/2018). JSnews/Wardoyo
Kondisi terkini Sulami didampingi neneknya usai ditinggal ibunya yang belum lama meninggal. Foto diambil Sabtu (17/2/2018). JSnews/Wardoyo

SRAGEN– Masih ingat dengan Sulami,  sosok gadis pengidap kelainan pengerasan persendian yang selama ini dijuluki sebagai Manusia Kayu asal Sragen. Setelah penderitaannya memantik perhatian publik hingga pihak terkait akhirnya tergerak melakukan penanganan 2017 silam,  gadis berusia 36 tahun asal Dukuh Selorejo RT 31/11, Desa Mojokerto,  Kedawung itu kini kembali harus menjalani babak baru kehidupan yang menyedihkan.

Ya, gadis yang hampir 25 tahun hanya bisa terbaring di ranjang karena semua persendiannya mengeras itu harus menerima kenyataan kehilangan ibu tercintanya, Painem (65).

Ibu kandung yang melahirkannya itu meninggal akibat stroke sekitar tiga bulan lalu.

“Sekitar antara tiga empat bulan lalu. Waktu itu malam-malam saya dikabari tetangga dan adik saya,  kalau ibu sudah meninggal.  Saya juga berusaha jalan sendiri untuk nengok ibu saya.  Setelah dimandikan baru dibawa ke sini, ” tutur Sulami dengan nada lirih ditemui di ranjang yang selama ini setia menjadi sandarannya,  Sabtu (17/2/2018).

Baca Juga :  Sama Seperti Gibran, Cabup Petahana Sragen Juga Akui Punya Hutang Rp 1,5 Miliar Untuk Bayar Cicilan KPR. Ini Lokasi Rumah Kreditannya! 

Ditanya perasaannya mendengar kepergian ibunya,  Sulami mengaku tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Namun ia akhirnya memutuskan untuk mengikhlaskan ibunya mengingat selama hampir sembilan bulan,  ibunya didera stroke yang membuat kondisinya juga nyaris tak bisa bergerak.

Dengan nada tegar,  Sulami kemudian mengucapkan doa yang sangat menyentuh hati.

“Sedih,  tapi mungkin itu yang terbaik menurut Allah. Saya ikhlas saja Mas. Semoga Gusti Allah mengampuni semua dosa-dosa ibu saya.  Beliau bisa diterima di tempat terbaik, ” ujarnya lirih.

Dengan terbata-bata,  Sulami menceritakan ibunya didera stroke sejak sembilan bulan lalu,  tepatnya ketika dirinya hendak diobatkan pertama kali ke rumah sakit. Sejak itu,  ia nyaris tak lagi bisa bertemu ibunya yang juga tergolek lemah di rumah gubug di belakang rumah yang ditinggalinya saat ini.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Rumah Mbah Marto di Kedawung Sragen, 2 Ekor Sapi Luka Bakar, Pemilik Terpaksa Harus Mengungsi

Kondisinya sendiri tak banyak mengalami perubahan. Meski sudah dirujuk ke RS Moewardi Solo,  sakit pengerasan persendian yang dialaminya memang sudah divonis sulit disembuhkan.  Sementara kini ia juga masih berjuang melawan luka di kedua kakinya yang masih diperban.

Ginem (75) nenek yang selama ini merawat dan menemani Sulami,  mengakui ibu kandung Sulami memang jatuh sakit stroke sekitar 9 bulan lalu. Ia juga tak bisa menyembunyikan kesedihannya karena almarhumah meninggal didera sakit yang cukup tragis.

Kades Mojokerto,  Sunarto membenarkan ibunda Sulami memang sudah meninggal akibat stroke sekitar tiga bulan silam. Wardoyo