JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

BNPB Melihat, Status Indonesia sebagai  “Supermarket Bencana” Justru Menjadi Peluang, Ini Sebabnya

ilustrasi/Tribunnews

SLEMAN – Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Wijaya menyatakan bahwa status Indonesia yang disebut sebagai “supermarket bencana” justru harus dijadikan peluang.

“Ini perlu kita manfaatkan, sebab negara lain bisa belajar dari kita tentang penanganan bencana,” jelas Wisnu pada Kamis (05/04/2018) di Gedung Pusat UGM.

Selain itu, Indonesia menurutnya patut percaya diri lantaran punya pengalaman lebih banyak soal bencana alam. Itu sebabnya Indonesia harus mampu membuat sistem penanganan bencana sendiri tanpa harus membeli dari negara lain.

Baca Juga :  Ultah ke-23 Tahun, BAF Salurkan Bantuan Untuk Anak Indonesia

“Negara luar belajar dari Indonesia, masa peralatan untuk penanganan bencana kita beli dari mereka. Harusnya kita sudah mampu membuat sendiri,” tambah Wisnu.

Sependapat dengan Wisnu Wijaya, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Paripurna, pun mengungkapkan bahwa sudah waktunya Indonesia mampu membuat alat teknologi sendiri sebagai instrumen penanganan bencana.

Menurutnya, mengingat Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal bencana, maka peralatannya pun harus menyesuaikan. Adanya alat buatan sendiri pun mampu menghemat anggaran negara.

Baca Juga :  Seminggu Ini, Aktivitas Kegempaan Merapi Melonjak

“Instrumen yang kita buat tidak sekedar inovasi berujung publikasi, tapi juga harus bermanfaat nyata bagi bangsa dan negara,” jelas Paripurna.

Kamis  (5/4/2018) kemarin, BNPB dan UGM menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU tentang kerjasama pemasangan instrumentasi peringatan dini bencana longsor.

Kerjasama untuk waktu 7,5 bulan tersebut termasuk dalam hal pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat dalam pelaksanaan pemasangan alat peringatan tersebut.

www.tribunnews.com