loading...
Loading...
Tersangka bandar pil koplo Sambungmacan, Andik alias Plekentuk (21) saat diamankan berikut ratusan butir pil koplo Senin (23/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Tim Polsek Sambungmacan menggerebek lokasi nongkrong pemuda di ruas jalur Tol Solo-Kertosono (Soker)  tepatnya di Dayu Lor,  Banyurip, Sambungmacan, Minggu (23/4/2018) malam. Dari penggerebekan itu tim yang dipimpin AKP Jokowi (Joko Widodo) sukses meringkus bandar pil koplo asal Banyurip,  Sambungmacan.

Dari lokasi penggerebekan,  tim juga mengamankan ratusan barang bukti pil koplo yang hendak diedarkan oleh bandar bernama Andik alias Plekentuk (21) warga Sambungmacan,  Sragen.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Alsintan Sragen Resmi Seret 2 Tersangka Baru. Satu Tersangka Perangkat Desa, Satunya Oknum Pengurus DPC PDIP 

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sambungmacan AKP Jokowi mengatakan penggerebekan bermula dari informasi dan laporan adanya pemuda yang bergerombol dan mencurigakan di ruas tol Soker Banyurip dinihari itu.

Berbekal kecurigaan,  tim patroli yang dipimpin Jokowi langsung menghampiri lokasi nongkrong pemuda dan remaja tersebut.

“Saat kami geledah,  ternyata ada salah satu pemuda yang membawa ratusan obat obatan keras jenis Tramadol dan Yarindo. Karena itu masuk kategori obat terlarang,  akhirnya langsung kami amankan tersangka dan barang buktinya, ” papar AKP Jokowi,  Senin (23/4/2018).

Baca Juga :  Indikasi Monopoli Jas Kades Catut Rekomendasi Pemkab Kian Menjadi, DPRD Sragen Desak Pemkab Turun Tangan. Penjahit-Penjahit Tuding Pemkab Tak Pro Rakyat Kecil 

AKP Jokowi menguraikan selain menangkap Andik , pihaknya juga menggelandang sejumlah pemuda di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan di Mapolsek Sambungmacan.

Barangbukti berupa obat obatan keras yakni sebanyak 50 butir obat keras jenis Tramadol dan 280 butir obat keras jenis Yarindo ditemukan digantungkan di sepeda motor miliknya jenis Suzuki NXX warna putih.

Baca Juga :  Jelang Pilkades Serentak, Kapolres Jepara Rela Blusukan Sampaikan Calon Pilpet Dilarang Sebar Hoax dan Kampanye Hitam! 

Sepeda motor tersangka juga telah disita dan diamankan  petugas. Saat ini, pelaku Andik tengah menjalani pemeriksaan secara intensif petugas Unit Reskrim.

Kapolsek memastikan bila Andik bakalan dijerat dengan undang undang kesehatan Republik Indonesia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Wardoyo

 

Loading...