loading...


Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Kepala DKK Hargiyanto saat meninjau ruang persalinan di Puskesmas Jenar, Minggu (20/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Menyusul kabar keluhan masyarakat dan ibu hamil yang tak bisa mendapat pelayanan persalinan di Puskesmas Jenar,  Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati akhirnya turun ke lapangan, Minggu (20/5/2018). Selain memastikan fasilitas ruang pelayanan persalinan, bupati juga meminta agar manajemen Puskesmas senantiasa meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Pengecekan dilakukan dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen,  Hargiyanto,  Camat Jenar dan ditemui langsung oleh Kapuskesmas Jenar.

Dalam kunjungan dadakan itu,  orang nomor satu di jajaran Pemkab itu juga menyempatkan menyambangi ruangan persalinan yang sempat membuat heboh karena dikeluhkan tak bisa menerima persalinan.

Bupati hanya meminta agar pelayanan persalinan dan layanan lainnya di Puskesmas paling pinggiran di Sragen Utara itu bisa ditingkatkan lebih baik lagi.

Ia juga menyempatkan menyambangi ruangan lain termasuk pasien rawat inap. Sementara,  Kepala DKK Sragen,  Hargiyanto memastikan ruangan persalinan di Puskesmas Jenar sudah bisa difungsikan. Namun karena belum termasuk Puskesmas Poned,  layanan persalinan yang bisa ditangani hanya sebatas persalinan yang normal saja.

Baca Juga :  Kelulusan CPNS Di Bawah 10 %, Bupati Grobogan Surati Menpan-RB dan BKN. Desak Ada Perubahan Kebijakan! 

Sedangkan untuk ibu hamil yang berisiko dan dimungkinkan harus mendapat penanganan lebih komprehensif,  sementara memang harus dirujuk ke Puskesmas Tangen yang sudah memenuhi standar sebagai Puskesmas Poned.

“Untuk persalinan normal sebenarnya sudah bisa dilayani. Sambil ini kita sempurnakan,  karena kemarin memang kondisi ruangan persalinan ini pas ada di totogan dan kalau hujan bocor. Ini sudah kita minta agar segera dibenahi biar lebih nyaman untuk pelayanan, ” paparnya usai pengecekan.

Hargiyanto menambahkan dari 25 Puskesmas yang ada di Sragen,  sejauh ini memang hanya 5 Puskesmas saja yang berstatus Poned dan boleh menangani persalinan baik normal maupun berisiko. Kelimanya masing-masing Puskesmas Tangen,  Sambirejo,  Sukodono,  Sumberlawang dan Kedawung II.

Baca Juga :  Kejaksaan Periksa Ketua DPRD Sragen dan Kades Gondang. Dinas PMD Target Berikutnya

“Untuk yang 21 Puskesmas lainnya juga wajib memberikan pertolongan untuk pasien yang hendak persalinan. Hanya saja jika memang berisiko dan tak bisa ditangani secara normal,  nanti harus dirujuk ke Puskesmas yang sudah Poned atau ke rumah sakit. Ketentuannya begitu, ” tandasnya.

Ia juga memastikan secara umum,  pelayanan di Puskesmas Jenar sebenarnya juga cukup baik. Hal itu ditandai dengan banyaknya pasien yang berkunjung,  termasuk ada yang dari Ngawi dan kabupaten tetangga yang ada di perbatasan dengan Jenar.

“Untuk ibu hamil yang hendak persalinan, selama ini kalau di Puskesmas tak terlayani,  juga bisa ditangani oleh PKD atau bidan desa, ” imbuhnya.

Sekda Sragen,  Tatag Prabawanto juga menyampaikan untuk Puskesmas yang belum termasuk Poned,  seperti Jenar,  memang tak bisa dipaksakan untuk melayani persalinan yang tidak normal.  Jika dipaksakan harus menerima ibu hamil dan persalinannya berisiko,  maka hal itu juga sudah menyalahi ketentuan.

Baca Juga :  Terungkap, Ini 4 Rahasia Riska Diana Bisa Raih Nilai Tertinggi Tes CPNS 2018

“Jadi ada spesifikasi dan layanan sendiri.  Nggak bisa dipaksakan ketika Puskesmas belum Poned,  untuk melayani persalinan yang berisiko. Nanti kalau ada apa-apa malah dipersalahkan. Jadi saya berharap masyarakat juga bisa memahami kondisi dan ketentuan di lapangan,” tegasnya. Wardoyo

Loading...