Beranda Daerah Wonogiri Luar Biasa. 3 Kali Berturut-turut Pemkab Wonogiri Raih WTP

Luar Biasa. 3 Kali Berturut-turut Pemkab Wonogiri Raih WTP

109
BAGIKAN
Bupati Joko Sutopo (kanan) menerima penghargaan dari BPK

WONOGIRI-Pemerintah Kabupaten Wonogiri berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD tahun anggaran 2017.

Penghargaan ini merupakan ketiga kalinya yang diraih oleh Wonogiri. Sebelumnya di tahun 2015 dan 2016, Wonogiri juga meraih WTP.

Penyerahan penghargaan berlangsung di kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Jumat (25/5/2018) sore. Penghargaan diserahkan langsung Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Tengah Hery Subowo.

“Penyerahan ini merupakan termin ketiga, sebelumnya kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar. Hari ini secara bersamaan ada enam entitas yakni dari Kabupaten Wonogiri, Blora, Batang, Kendal, Pemalang, dan Kota Tegal. Nanti Senin sore, akan dilaksanakan lagi penyerahan kepada 26 entitas Kabupaten Kota,” ungkap Hery Subowo.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengapresiasi SKPD atas kerja sama yang baik, sinergitas, dan koordinasi yang optimal. Alhasil BPK dalam melakukan fungsi dan tugas konstitusionalnya memberikan opini WTP kepada Kabupaten Wonogiri.

“Artinya apa? Ini tantangan bagi kami bahwa WTP di dalamnya ada satu rekomendasi yang harus kita lakukan perbaikan sebagai salah satu tugas kami. Tentunya WTP ini akan menjadi satu langkah terhadap kinerja kami untuk melakukan perbaikan ke depan terhadap kinerja kami dalam tata kelola keuangan yang berbasis pada kategori kinerja dan pada akhirnya menghasilkan sesuatu yg terbaik bagi masyarakat,” ungkap Bupati selesai menerima penghargaan.

Baca Juga :  Puluhan Pengunjung WGM Plus Nahkoda Perahu Wisata Nikmati Pengobatan Gratis Dari Polres Wonogiri

Bupati mengatakan masih banyak tantangan ke depan. Jajaran SKPD di lingkungan Wonogiri harus melakukan satu evaluasi ke depan, bahwa WTP bukan suatu produk yang harus direspon secara euforia, melainkan harus direspon dengan perenungan. Aris Arianto