loading...


Ilustrasi/Tribunnews

KENDAL – Aksi terorisme terjadi secara beruntun di berbagai wilayah di Indonesia. Aksi tersebut telah menimbulkan beberapa korban jiwa dan luka-luka.

Anehnya,  pelaku bom bunuh diri ada yang merupakan sebuah keluarga dengan anak-anak yang masih kecil ikut dilibatkan.

Melihat fakta memprihatinkan tersebut, Wakil Bupati Kendal Masyrur Maskur,  Wakil Bupati Kendal, Masyrur Maskur meminta siswa sekolah mewaspadai ajaran-ajaran terorisme di sekolah-sekolah.

Ia yang ditemui setelah deklarasi budaya damai di Alun-alun Kendal, Rabu (16/5/2018) mengatakan, bahwa jangan sampai kondisi kondusif dan harmonis di Kendal dicederai dengan aksi terorisme.

Baca Juga :  Pemerintah akan Evaluasi Premi BPJS Kesehatan Setelah Pemilu 2019

“Yang berbahaya adalah ketika perngaruh dari ajaran terorisme masuk dan merusak kondusifitas Kendal,” papar Masrur.

Ia menambahkan pendidikan anti teroris perlu dilakukan tak hanya di bidang pendidikan formal melainkan juga dilakukan pada pendidikan non formal seperti di keluarga.

“Kasus pengeboman beberapa waktu lalu itu karena pengaruh kelurga mereka, karena pada dasaranya keluarga mereka berasal dari keluarga teroris,” paparnya.

Ia menghimbau agar para guru dan sekolah meningkatkan pengawasan terhadap siswanya agar tidak ditemukan siswa yang dicurigai menganut ajaran terorisme.

Baca Juga :  Soal Istilah Politikus Genderuwo, Ini Tanggapan Sandiaga Uno

Terlebih setelah kejadian seorang wanita yang pernah mengeyam pendidikan di pondok pesantren di Kendal diamakan karena diduga akan melakukan penusukan anggota kepolisian di depok beberapa waktu yang lalu.

“Kewaspadaan oleh guru perlu ditingkatkan. Karena peran guru sangat besar yakni dapat membuat siswanya tidak mudah terpengaruh ajaran terorisme,” paparnya.

Masyrur menambahkan pemkab pernah mengadakan sebuah kegiatan yang pesertanya siswa dari berbagai sekolah di kendal. Dan dari kegiatan itu nampak beberapa peserta kegiatan itu menunjukan tindakan keras.

“Saya sudah meminta kepada pihak polsek untuk terus memantau aktivitas mereka karena diwaspadai menumbuhkan bibit-bibit terorisme,” katanya. # Tribunnews

Loading...