loading...


Evaluasi pelaksanaan IR di Yogyakarta

YOGYAKARTA–Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DI Yogyakarta, Arida Oetami mengatakan program Industri Rumahan (IR) bisa memutus rantai kemiskinan perempuan. IR sangat baik untuk diterapkan di daerah.

“Kebijakan peningkatan produktivitas ekonomi perempuan yang salah satu programnya yaitu Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju Mandiri) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sudah kami inisiasi sejak 2009. Diawali dengan pilot project di 5 desa pada 2008, hingga kini telah berkembang menjadi 85 Desa Prima yang anggotanya adalah pelaku IR, baik IR 1, IR 2, maupun IR 3. Beberapa hal kami lakukan untuk pengembangan IR, seperti pelatihan, pendampingan, bantuan permodalan, dan menjalin kerjasama atau membangun jejaring dengan pelaku usaha yang telah berhasil untuk membina, membagikan pengalaman, memberikan masukan bagi pengembangan usaha, hingga membantu pemasaran produk pelaku IR,” tutur dia, Minggu (6/5/2018).

Baca Juga :  Khawatir Insiden Terulang, Wahana Kincir Angin Di Sekaten Jogja Distop

Dia menerangkan, meski mengalami kemajuan signifikan, namun masih menemui sejumlah kendala. Di antaranya koordinasi antar stakeholder yang belum maksimal dan kesulitan mengubah mindset masyarakat. Terutama pelaku IR untuk meningkatkan motivasi mengembangkan usaha mereka.

Baca Juga :  Riska Diana dari Grobogan Raih Nilai CAT CPNS Tertinggi Wilayah Jateng-DIY. Total Skor 423, TKP-nya Mengejutkan! 

“Oleh karena itu, saya berharap program IR dapat direplikasi dan dikembangkan di daerah lain untuk memutus mata rantai kemiskinan kaum perempuan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ke depan, kami akan mengupayakan usaha kelompok perempuan yang ada di desa agar masuk menjadi salah satu bagian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelola oleh perempuan,” jelas dia. Aris Arianto

Loading...