loading...
Ilustrasi/Tribunnews

JOGJA – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono mengatakan bahwa saat ini UGM akan terus menertibkan mahasiswa yang menginap di kampus.

Hal itu menyusul adanya kasus temuan barang berbahaya pada sebuah perguruan tinggi dan mengarah kepada aksi terorisme beberapa waktu yang lalu.

Agar tidak kecolongan,  Rektor UGM terus melakukan koordinasi dengan  para dekan tiap fakultas agar dapat terus mengawasi tempat yang biasanya digunakan menginap oleh para mahasiswanya.

“Kalau menginap harus ada izin, harus ada identitas, selain itu saya meminta kepada dekan agar tempat nginap diperiksa. Jangan sampai ada barang kimia atau barang barang untuk merakit bom, itu harus diperiksa, kita harus lebih hati-hati,” ujar Panut saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Rabu (6/6/2018)

Baca Juga :  Dalam Soal Nikah Dini, Posisi Gunungkidul Paling Tinggi se-DIY

Lebih lanjut, pria bergelar Profesor tersebut menambahkan, memang selama ini mahasiswanya banyak yang memilih menginap di kampus karena satu dan lain hal.

Namun, para mahasiswa tersebut selama ini menginap di kampus dikarenakan alasan akademis, dan tidak mengarah kepada hal yang negatif.

Baca Juga :  Pande Besi di Gunungidul Ini Ternyata Masih Laris Manis

“Seperti di arsitektur, kan itu mereka gambar-gambar sampai malam, tapi terjamin itu prosedural, yang membahayakan memang jika ada mahasiswa yang tidur di Kantor BEM dan sebagainya. Ini yang kita upayakan untuk segera ditertibkan,” imbuhnya.

Terlebih lagi, sejauh ini UGM juga belum menemukan adanya kegiatan yang mengarah ke hal yang berbahaya seperti terorisme di area kampus mereka.

“Temuan aktifitas ke arah negatif belum ada, mudah-mudahan tidak adalah, yang terjadi di perguruan tinggi lain akan menjadi perhatian kami untuk lebih meyakinkan lagi,” pungkas Panut. # Tribunnews


Loading...