Beranda Daerah Sragen Krisis Air Bersih, 1.925 Warga Di 7 Desa di Sragen Mulai Bergantung Bantuan...

Krisis Air Bersih, 1.925 Warga Di 7 Desa di Sragen Mulai Bergantung Bantuan Droping

148
BAGIKAN

Warga di Dukuh Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang saat memikul ember berisi air bersih bantuan droping dari Poldes Masaran. Foto/Wardoy

SRAGEN-  Bencana kekeringan dan krisis air bersih di Sragen terus meluas seiring dengan musim kemarau. Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen mencatat sejauh ini sudah ada enam desa,  13 dukuh di empat kecamatan yang mengandalkan bantuan droping air bersih dari Pemkab melalui BPBD.

Kepala BPBD Sragen,  Sugeng Priyono mengungkapkan berdasarkan data terakhir Senin (9/7/2018), droping sudah dilakukan di empat kecamatan di enam desa. Masing-masing di Desa Gebang Sukodono, Ngargotirto Sumberlawang, Banyurip dan Jenar Kecamatan Jenar, Katelan dan Dukuh Kecamatan Tangen.

Dari enam desa itu, droping dilakukan di 13 dukuh dengan jumlah KK 518 dan 1.925 jiwa.

“Wilayah tersebut memang selama ini masuk pemetaan daerah rawan kekeringan dan setiap tahun memang menjadi langganan bantuan droping dari Pemkab. Untuk intensitas droping, kita berikan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing titik,” papar Sugeng Senin (9/7/2018).

Ia menuturkan untuk 2018 ini, droping sudah dilakukan sejak 21 Juni lalu. Droping dilakukan berkoordinasi dengan PDAM.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih Makin Parah, Kajari Sragen Langsung Diserbu Puluhan Warga dan Antrian Ember 

Lebih lanjut,  Sugeng menguraikan bagi masyarakat atau desa di luar pemetaan kekeringan, apabila membutuhkan bantuan droping bisa mengajukan. Mekanismenya melalui Kades mengajukan permohonan droping yang ditujukan kepada Kepala BPBD.

“Kalau di daerah yang sudah masuk pemetaan kekeringan itu, memang setiap tahun sudah rutin kita berikan droping. Tapi yang di luar itu, bisa langsung mengajukan ke BPBD lewat Kades. Nanti segera kami tindaklanjuti, ” tukasnya. Wardoyo

DATA WILAYAH KRISIS AIR BERSIH DAN PERMINTAAN DROPING DI SRAGEN PER 9 JULI 2018:

Sumber: BPBD Sragen