Warga di Dukuh Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang saat memikul ember berisi air bersih bantuan droping dari Poldes Masaran. Foto/Wardoy

SRAGEN-  Bencana kekeringan dan krisis air bersih di Sragen terus meluas seiring dengan musim kemarau. Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen mencatat sejauh ini sudah ada enam desa,  13 dukuh di empat kecamatan yang mengandalkan bantuan droping air bersih dari Pemkab melalui BPBD.

Kepala BPBD Sragen,  Sugeng Priyono mengungkapkan berdasarkan data terakhir Senin (9/7/2018), droping sudah dilakukan di empat kecamatan di enam desa. Masing-masing di Desa Gebang Sukodono, Ngargotirto Sumberlawang, Banyurip dan Jenar Kecamatan Jenar, Katelan dan Dukuh Kecamatan Tangen.

Baca Juga :  Kisah Pilu Anton, TKI Kalijambe Sragen Tewas di Korea. Empat Tahun Bekerja, Impian Mendulang Devisa Harus Terpupus

Dari enam desa itu, droping dilakukan di 13 dukuh dengan jumlah KK 518 dan 1.925 jiwa.

“Wilayah tersebut memang selama ini masuk pemetaan daerah rawan kekeringan dan setiap tahun memang menjadi langganan bantuan droping dari Pemkab. Untuk intensitas droping, kita berikan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing titik,” papar Sugeng Senin (9/7/2018).

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua

Advertisement