JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Makin Parah,  Krisis Air Bersih di 6 Kecamatan Sragen. Baru 2 Bulan, Droping PDAM Tembus 100 Tangki 

Warga di Desa Dukuh Tangen terpaksa mengambil air dari ceruk di sungai yang mengering di musim kemarau. Foto/Wardoyo


Warga di Desa Dukuh Tangen terpaksa mengambil air dari ceruk di sungai yang mengering di musim kemarau. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Krisis air bersih di wilayah kekeringan di Sragen dampak kemarau berkepanjangan, dilaporkan semakin parah. Hingga dua bulan kekeringan sejak Juni, droping air dari PDAM setempat bahkan sudah menembus 100 tangki.

Direktur Utama PDAM Sragen, Supardi mengungkapkan krisis air bersih sudah melanda sejumlah desa di enam kecamatan. Enam kecamatan itu diantaranya Tangen, Jenar, Sumberlawang, Mondokan, Miri dan terakhir Sragen.

Baca Juga :  Tiba dari Korea, Jenazah Anton TKI Kalijambe Sragen Diterbangkan Jam 15.00 WIB ke Semarang. Dinas Akhirnya Ungkap Penyebab Kematiannya!

Menurutnya, dibanding tahun lalu, krisis air bersih di beberapa kecamatan itu memang lebih parah. Hal itu ditandai dengan permintaan droping air yang lebih banyak dari tahun lalu.

“Lebih banyak banyak tahun ini dibanding tahun lalu. Tahun ini dari bulan Juni sampai Juli sudah full. Bahkan satu hari bisa berit-rit. Total sudah ada 100 tangki yang kita kirim berdasarkan permintaan dari BPBD dan komunitas atau bantuan sosial, ” paparnya, Senin (30/7/2018).

Advertisement
Baca Juga :  Pertashop Tanggan Sragen Resmi Dibuka Hari Ini. Ada Promo Gratis 1 Liter Pertamax, Jadi yang Pertama di Jawa Tengah

Supardi menjelaskan meski permintaan lebih banyak,  PDAM memastikan siap untuk memenuhi permintaan droping air. Mekanismenya PDAM bekerjasama dengan BPBD memenuhi permintaan droping dari desa.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua