loading...


Istimewa

SOLO– STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta meluncurkan dua Program Studi (Prodi) baru, DIV Teknologi Rekayasa Elektromedik dan DIV Keperawatan Anestesiologi, Rabu (11/7/2018), di Gedung Rektorat Kampus setempat. Dengan peluncuran kedua prodi tersebut, STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta menjadi satu-satunya sekolah tinggi kesehatan di Jawa Tengah yang memiliki prodi prestisius tersebut.

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti menuturkan, proyek pembukaan dua prodi tersebut merupakan proyek yang perstis dan ambisius. Pasalnya, kedua prodi tersebut merupakan prodi langka dan baru ada tiga sekolah tinggi kesehatan lain di Indonesia yang memilikinya.

“Lulusan kedua Prodi tersebut memiliki peluang diterima di pasar kerja yang sangat besar, mengingat saat ini tenaga Anestesi yang ada mayoritas dihasilkan dari proses pelatihan, bukan dari pendidikan formal. Sehingga praktis, kedepan seluruh tenaga Penata Anestesi yang bekerja di institusi pelayanan kesehatan harus dipenuhi dari lulusan pendidikan formal. Ini merupakan proyek ambisius karena kami optimis semua akan dimudahkan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Baca Juga :  Polresta Solo Kirim Iwan Adranacus Tersangka Pembunuhan Eko ke Kejaksaan. Diserahkan Bersama Mobil Mercy Maut dan Motor Korban

Selain itu, Prodi Teknologi Rekayasa Elektromedis juga masih langka di pasaran kerja saat ini. Padahal, perkembangan teknologi kedokteran saat ini sudah beralih ke penggunaan perangkat elektromedis modern, baik untuk proses pengobatan maupun pemeriksaan diagnostic.

Baca Juga :  Galang Dana Untuk Korban Gempa Palu, Siswa SMPN 6 Solo Sisihkan uang Saku

“Saat ini kamipun sudah kebanjiran indent para calon pendaftar yang sudah menunggu dibukanya dua progdi baru ini, bukan saja dari wilayah Solo Raya, tapi juga banyak yang berasal dari luar jawa. Alhamdulillah, mulai hari ini kami sudah bisa melayani calon pendaftar di dua progdi ini,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua BPH Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Sofyan Anief berharap STIKES PKU Muhammadiyah bersungguh-sungguh mengelola kedua Prodi tersebut.

“Karena kedua prodi baru masing-masing Teknologi Rekayasa Elektromedis Program Sarjana Terapan dan Progdi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan juga masih tergolong langka. Di Indonesia, perguruan tinggi penyelenggara progdi ini masih dapat dihitung dengan jari. Sedangkan di Jateng kami sebagai pionier penyelenggara dua progdi tersebut, khususnya Progdi Keperawatan Anestesiologi,” tukasnya. Triawati PP

Loading...