loading...
Loading...
Humas UNS

SOLO- Pertumbuhan industri yang sangat pesat menyebabkan munculnya masalah yang terkait dengan pencemaran lingkungan. Salah satu jenis cemaran hasil dari proses industri adalah cemaran zat warna.

Metilen biru (MB) banyak digunakan karena metilen biru merupakan zat warna dasar dan mempunyai kelarutan yang baik. Dalam pewarnaan, metilen biru yang terikat hanya sekitar 5% sedangkan sisanya 95% terbuang sebagai limbah, sehingga kontribusi masuk ke lingkungan perairan sangat besar.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan ekosistem dan penyakit seperti peningkatan denyut jantung, muntah. Terkait hal ini, tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat sitetis penurun cemaran zat pewarna kimia tersebut. Ketiga mahasiswa UNS ini menerapkan teknologi baru yang ramah lingkungan, murah dan efektif untuk menurunkan cemaran zat warna metilen biru dalam limbah industri.

Baca Juga :  UMS Mewisuda 1.076 Lulusannya, 4 Orang Berasal dari Luar Negeri
Humas UNS

Teknologi penurunan zat warna metilen biru menggunakan pruduk yang kami beri nama BIA-GOAL(Bioadsorben Graphene Oksida-Alginat), dimana produk ini menggunakan bahan alginate yang dapat kami peroleh dari rumput laut,” ujar Ketua Kelompok, Syahna Febrianastuti (Kimia UNS 2014), Sabtu (21/7/2018).

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Sebelas Maret tahun 2018 dengan judul “Bia-Goal (Bioadsorben-Graphene Oksida Alginat): Sintesis Dan Aplikasi Biomaterial Penyerap Zat Warna Metilen Biru Dengan Teknik Eco-Bio (Adsorpsi-Elektrokimia)”, kelompok peneliti yang beranggotakan dan diketuai oleh Syahna Febrianastuti (Kimia UNS 2014), Elsa Ninda Karlinda Putri (Kimia UNS 2014), serta Uly Wulan Apriani (Kimia UNS 2015) dengan pembimbing Dr. Sayekti Wahyuningsih, M.S.

Baca Juga :  FP UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Karanganyar

“Pencemaran dari pewarna kimia ini, menyebabkan gangguan ekosistem dan penyakit seperti peningkatan denyut jantung, muntah. Oleh karena itu, kami menerapkan teknologi baru yang ramah lingkungan, murah dan efektif untuk menurunkan cemaran zat warna metilen biru dalam limbah industri. Teknologi penurunan zat warna metilen biru menggunakan pruduk yang kami beri nama BIA-GOAL(Bioadsorben Graphene Oksida-Alginat), dimana produk ini menggunakan bahan alginate yang dapat kami peroleh dari rumput laut,” imbuh Elsa Ninda.

Sementara itu, hasil pengujian yang dilakukan pada produk BIA-GOAL yang mereka hasilkan terhadap degradasi metilen biru memiliki nilai penurunan kandungan metilen biru sebesar 90,37 %. Berdasarkan hal tersebut maka produk BIA-GOAL memiliki potensi untuk menurunkan kandungan zat warna metilen biru. Triawati PP

Baca Juga :  FP UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Karanganyar

Loading...