loading...

Aksi kreativitas seni siswa SMAN 1 Sragen mengisi puncak HUT ke-58, Kamis (30/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Hari Kamis (30/8/2018) ini, SMA N 1 Sragen tepat menapaki usia ke-58. Peringatan meriah pun digelar oleh civitas akademika SMA terfavorit di Bumi Sukowati tersebut.

Namun ada yang spesial dari perhelatan peringatan HUT ke-58 tahun ini. Selain dimeriahkan dengan serangkaian agenda penas seni dan santunan sosial, HUT kali ini juga berbeda lantaran panitia tak lagi mengundang artis nasional seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Yang membedakan memang tahun ini, anak-anak tidak lagi mengundang artis nasional. Meski sudah tradisi, hal itu dilakukan karena imbauan dari Kadinas Pendidikan Provinsi Jateng memang menggariskan untuk peringatan HUT sekolah, memang diinstruksikan tidak perlu mengundang artis nasional. Tapi lebih menampilkan kreatvitas anak-anak dan kegiatan kesiswaaan lainnya yang bersifat edukatif. Alhamdulillah semua bisa berjalan lancar,” papar Plt Kepala SMAN 1 Sragen, Bety Marga Sulistyowati di sela puncak HUT di SMAN 1 Sragen, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, peniadaan tradisi mengundang artis nasional itu semula sempat memicu polemik di kalangan siswa. Namun berkat penjrlasan dan pendekatan persuasif dari Wakasek Kesiswaan, akhirnya siswa bisa menerima.

“Selain imbauan dari Provinsi, dengan tidak mengundang artis nasional, yang jelas bisa menghemat biaya dan tidak membebani anak-anak juga,” terangnya.

Plt Kepala SMAN 1 Sragen, Bety Marga Sulistyowati saat memberikan sambutan. Foto/Wardoyo

Kendati tanpa kehadiran artis nasional, Bety mengapresiasi peringatan HUT tak kehilangan gereget. Sebaliknya, siswa justru lebih eksis menampilkan berbagai kreativitasnya melalui berbagai lomba dan pentas yang digelar.

Loading...

“Acara puncaknya hari ini, tapi rangkaiannya sudah sejak Minggu kemarin. Ada lomba musik antar kelas, stand up comedy, baksos ke panti asuhan An-Nahl Pecing, pengajian bersama hingga bazar dan kirab budaya. Ternyata kreasi anak-anak malah lebih semarak,” urai Wakasek Kesiswaan, Sarjoko.

Menurutnya, butuh proses panjang memberikan pemahaman ke siswa terkait larangan menghadirkan artis di HUT sekolah. Bahkan sempat terjadi adu argumen dengan siswa sebelum kemudian bisa menerima.

Penyerahan santunan di Panti Asuhan An-Nahl. Foto/Wardoyo

Wakasek lainnya, Endang menambahkan puncak peringatan HUT juga dihadiri Wabup Dedy Endriyatno, semua guru karyawan dan siswa.

“Harapan kami, ke depan SMAN 1 Sragen yang selama ini termasuk paling favorit di Sragen bisa lebih maju lagi dan kualitas makin meningkat lagi,” tandas Bety. Wardoyo

Loading...