JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Jahe, Segar untuk Minuman dan Banyak Manfaatnya untuk Kesehatan

pexels
pexels

Jahe, Bumbu dapur yang satu ini sangat mudah ditemukan di Indonesia. Selain digunakan untuk bumbu, jahe biasanya juga dipakai untuk membuat minuman.

Jahe sering digunakan untuk mengobati mual, gangguan pencernaan, dan diare selama ribuan tahun. Di dalam jahe terdapat sumber dari beberapa vitamin dan mineral yang sangat penting untuk kesehatan pria.

Berpotensi membantu mencegah kanker usus besar, penyakit jantung, dan diabetes, merupakan beberapa keuntungan mengkonsumsi akar tanaman Zingiber officinale ini. Berikut adalah 6 manfaat kesehatan jahe untuk pria:

Penyakit jantung
Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di antara pria di Amerika Serikat. Jahe adalah sumber yang baik dari beberapa vitamin dan mineral yang dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung, yakni kalium, magnesium, dan vitamin B6. Ketiganya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan mencegah arteri tersumbat dan menurunkan tekanan darah. Penelitian telah menemukan bahwa jahe juga dapat menurunkan kolesterol dan mencegah pembuluh darah yang tersumbat yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Baca Juga :  Hasil Penelitian di Inggris Klaim Temukan Titik Kelemahan Virus SARS-CoV-2 Penyebab Covid-19

Infertilitas dan disfungsi ereksi
Jahe adalah sumber mangan yang bagus, yakni mineral yang sangat penting untuk dorongan seks dan jumlah sperma pria dengan membantu tubuh memproduksi testosteron. Penelitian awal telah menemukan bahwa jahe mengurangi masalah-masalah tertentu yang menyebabkan infertilitas pada pria. Para peneliti mencatat bahwa harus ada penelitian lebih lanjut dan bahwa temuan tersebut cukup signifikan bahwa jahe mungkin memiliki efek penting pada masalah infertilitas pria.

Kanker usus besar
Kanker usus besar atau kanker kolokteral lebih banyak menyerang pria daripada wanita, sehingga potensi jahe untuk mencegah kanker usus sangat penting bagi kesehatan pria. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Cancer Research edisi Juli 2009, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Chul-Ho Jeong di University of Minnesota, Amerika Serikat, menyatakan bahwa gingerol, senyawa yang memberi rasa pedas pada jahe, dapat membantu mengobati dan mencegah kanker. Berdasarkan temuan ini, National Institutes of Health melakukan uji klinis untuk mengeksplorasi penggunaan jahe dalam kemoprevensi (penggunaan senyawa alam) untuk kanker usus besar.

Baca Juga :  Vitamin D Disebut Bantu Kurangi Risiko Komplikasi Akibat Covid-19

Diabetes
Diabetes mempengaruhi sekitar 12 persen pria di atas usia 20 di Amerika Serikat. Satu studi menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi satu gram jahe tiga kali sehari selama 8 minggu memiliki kadar gula darah yang jauh lebih rendah. Magnesium dan mangan dalam jahe diketahui membantu mengatur kadar gula darah pada pria dengan diabetes tipe-2.

Kanker prostat
Kanker prostat adalah penyakit yang menyerang jutaan pria setiap tahunnya. Semakin tua seorang pria, semakin besar kemungkinan didiagnosa menderita kanker prostat. Satu studi menemukan bahwa seluruh ekstrak jahe mencegah pertumbuhan sel kanker prostat. Dari hasil studi juga tercatat bahwa jahe tidak menyebabkan keracunan atau kerusakan pada sel non-kanker.

www.tempo.co