Beranda Daerah Sragen Buntut Pembakaran Bendera HTI, Semua Tokoh Agama Sragen Berkumpul. Ketua FPI: Kita...

Buntut Pembakaran Bendera HTI, Semua Tokoh Agama Sragen Berkumpul. Ketua FPI: Kita Malu, Indonesia Kok Rusuh Terus! 

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman bersama tokoh agama Sragen termasuk Ketua FPI, MUI, LDII, dan lain-lain mendeklarasikan sikap damai. Foto/Wardoyo
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman bersama tokoh agama Sragen termasuk Ketua FPI, MUI, LDII, dan lain-lain mendeklarasikan sikap damai. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Puluhan tokoh agama dan Ormas di Sragen, mendeklarasikan pernyataan sikap damai, atas munculnya kegaduhan pembakaran bendera HTI yang terjadi di kabupaten Garut. Mereka sepakat untuk menjaga situasi dan tidak akan terprovokasi dengan insiden di Garut.

Hal itu disampaikan saat mendeklarasikan sikap damai di Mapolres, Kamis (25/10/2018).

Seluruh elemen dan ormas kabupaten Sragen, terdiri dari para kyai, para ulama, para tokoh masyarakat kompak menyuarakan kedamaian.

Hadir dalam pertemuan ini, diantaranya Minanul Aziz Ketua MUI Sragen, Ustad Muslih Ketua DDII Sragen, Suwandi Ketua LPD MMI Sragen, Mala Kunaefi Ketua DPW FPI Sragen, Habib Ahmad Hasni Pengurus FPI Sragen, Agus Suhono Ketua MTA Kabupaten Sragen, Ketua LDII Sragen Sumarsono, Chodri Mustaqim, MM Ketua Pemuda Muhamadiyah Sragen, Bayu Dwi Prasetyo Perwakilan Kokam, Abdullah Afandi Ketua PDM Sragen, Suratno Wakil Ketua PCNU Sragen, Agus Indarto Ketua Banser.

Deklarasi pernyataan sikap damai diikrarkan oleh seluruh elemen dan Ormas kabupaten Sragen bersama Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman. “Endingnya secara bersama sama mereka kemudian menyatakan sikap untuk bersatu menjaga kabupaten Sragen ini tetap damai,” papar Kapolres.

Baca Juga :  Miris! Situs Pemkab Sragen Disusupi Iklan Judol, "Thailand Slot Gacor", Keamanan Siber Jadi Sorotan

Deklarasi pernyataan sikap tersebut, diantaranya menolak segala bentuk intimidasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam. Lantas mengajak seluruh umat Isam dari segala elemen organisasi manapun.

Tetap bersatu menjaga ukhuwah islamiyah dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia. Menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan mempercayakan pada aparat penegak hukum untuk memproses sesuai perundangan undangan dengan seadil adilnya. “Menjaga Komitmen bersama dan memberikan kontribusi aktif dalam menjaga kondusivitas kamtibmas kabupaten Sragen yang guyub rukun. Dan menjaga persatuan dan kesatuan seluruh organisasi elemen masyarakat dalam bingkai NKRI Harga Mati,” seru semua tokoh yang hadir.

Ketua FPI Sragen, Mala Kunaefi menyampaikan sangat setuju dengan menjaga ukhuwah Islamiyah.

“Saya menangis melihat kejadian itu saya mohon jangan sampai ada kejadian seperti itu. Kalau ada tidak setuju dengan suatu hal kita duduk bersama dibicarakan yang bagus. Banser dan Anshor adalah saudara saya bahkan ustad Suratno adalah guru saya kalau saya salah ditegur dan kalau anda salah saya ingatkan,” katanya.

Ia tidak ingin ada perpecahan sehingga jaga anak – anak Anshor dan Banser.  Karena anak menjadi nakal kalau kurang perhatian dari orangtuanya. Sehingga ia mengajak semua tokoh agama menjaga mendidik anak – anak.

Baca Juga :  Nikmati Masa Pensiun: Tatag Prabawanto Mantan Sekda Sragen Sulap Lahan Mati Jadi Kebun Buah

“Kita malu di mata dunia. Indonesia kok rusuh terus. Saya harap tidak ada kejadian seperti itu di Sragen. Sadarlah saudaraku kita ini diadu domba untuk memecah belah kita untuk merebut Indonesia karena kalau kita bersatu akan kuat,” urainya. Wardoyo

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.