JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Belum Perekaman E-KTP, 4.302 Warga Sragen Terus Diburu Petugas

Ilustrasi saat manusia tertua di dunia, Mbah Gotho melakukan perekaman E-KTP. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi saat manusia tertua di dunia, Mbah Gotho melakukan perekaman E-KTP. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcatpil) Sragen terus melacak warga berusia wajib KTP yang belum melakukan perekaman E-KTP. Sejauh ini, data yang tercatat masih ada 4.302 warga wajib KTP di Sragen yang belum melakukan perekaman data.

Kepala Dispendukcatpil Sragen, Haryatno Wahyu L Wiyanto mengungkapkan berdasarkan database di dinasnya, jumlah warga Wajib KTP di Sragen total mencapai 755.008 orang. Sementara yang sudah melakukan perekaman mencapai 750.706 orang.

Sisanya hingga kini masih 4.302 orang yang belum melakukan perekaman.

“Jumlah 4.302 orang itu terus kita lakukan penyisiran untuk melacak mereka ada di mana. Kemudian akan kita imbau untuk segera dilakukan perekaman,” paparnya Jumat (23/11/2018).

Baca Juga :  Ketakutan, Penjual Warung Swike Masaran Sragen Langsung Masuk Rumah Saat Pergoki Puluhan Orang Berkumpul dan Merusak Tugu PSHT

Wahyu menguraikan pelacakan dan perburuan perekaman bagi wajib KTP dilakukan untuk memberikan pemenuhan hak sipil kependudukan bagi warga. Perekaman juga diperlukan untuk menyongsong pelaksanaan Pemilu serentak April 2019 yang salah satu persyaratan hak pilih adalah KTP atau KK.

“Apalagi sudah ada edaran dari Dirjen bahwa yang belum perekaman sampai akhir 2018, maka semua data adminduknya akan diblokir. Makanya kita sosialisasikan agar nanti tidak terblokir,” tukasnya.

Terkait masih adanya 4.302 warga yang belum perekaman, sosialisasi juga terus digencarkan. Termasuk sosialisasi ke semua kecamatan yang dimulai pada Rabu (21/11/2018).

Baca Juga :  Membara Lagi, Tugu dan Patung PSHT di Masaran Sragen Dirusak Sekelompok Orang Tak Dikenal. Pelaku Terintai Ramai-Ramai Hancurkan Tangan Patung dengan Paving Blok

“Sosialisasi kita terus berjalan ke 20 kecamatan. Yang diundang RT, tokoh masyarakat dan orang-orang yang punya kepedulian terhadap adminduk. Termasuk juga sosialisasi KIA dan adminduk lainnya. Sehingga mereka bisa menyampaikan apabila ada tetangga atau warga sekitarnya yang belum perekaman agar segera perekaman,” terangnya.

Tidak hanya ke kecamatan, sosialisasi juga dilakukan secara bertahap ke semua siswa SMA dan SMK. Bahkan jika ada wajib KTP yang mengalami kendala atau sudah tidak memungkinkan datang ke kecamatan atau Catpil, pihaknya sudah siap jemput bola melakukan perekaman mendatangi lokasi wajib KTP. Wardoyo