
SOLO – Fly over Manahan kini telah selesai dan dapat dipergunakan. Namun fakta yang terlihat di lapangan, finishing proyek tersebut meninggalkan kesan “asal-asalan”.
Dari pantauan di lokasi misalnya, hiasan keramik di dinding sisi timur maupun barat, tepatnya di sebelah selatan rel Kereta Api (KA) tidak selesai.
Banyak sekali ujung-ujung keramik yang pecah, namun kesannya tetap dipaksakan untuk dipasang. Jumlah keramik, tampaknya juga tidak mencukupi, sehingga hanya ditambal menggunakan semen kasar.
Sementara itu hiasan keramik yang tidak selesai hanya ditambal dengan semen aci yang kasar. Terutama di dinding bagian atas.
“Atau jangan-jangan proyeknya belum selesai, saya juga nggak tahu. Tapi, tetap saja nurut saya kerjaan ini nggak sempurna,” lanjutnya.
Padahal belum lewat tiga bulan proyek itu diresmikan. Dalam kondisi hujan dan setiap hari terlindas roda mobil, cekungan semakin dalam.
“Roda mobil tak dapat menghindar dari lubang itu, karena jalannya sempit. Untuk sepeda motor, ini bahaya sekali,” ujarnya.
Di ujung barat di Jalan Adisucipto daei aeah Lapangan Manahab, pada sisi utara dinding, kondisi aspal juga mengenaskan. Kondisinya hampir sama, aspal mlenyok, menandakan landasan yang terlalu lembek dan kualitas pengerjaan yang kurang baik.
“Saya juga agak khawatir kesenggol kalau pas lari pagi. Karena mobil pasti mepet ke kiri karena menghindari lubang itu,” ujar Aryanto, yang kebetulan sedang lari pagi, Jumat (18/1/3019).
Jika hujan turun, jalan di sekitar lubang tersebut juga tergenang air. Hal itu menurutnya membuat pemandangan kurang indah dan tidak nyaman.
“Genangan air hujan juga sangat mengganggu lalu lintas,” ujarnya.
“Mestinya nggak usah nunggu lama-lama. Pemerintah mestinya tanggap dan segera memperbaikinya. Kalau memang berat, soal hiasan keramik yang nggak selesai, biar nanti-nanti sajalah. Yang lebih penting kondisi jalan ini, karena menyangkut keselamatan orang,” ujarnya. suhamdani