JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Finishing Fly Over Manahan Terkesan Asal-asalan, dari Hiasan Keramik Bolong-bolong Sampai Aspal Krowak dan Mlenyok

Foto-foto: Joglosemarnews/suhamdani

SOLO – Fly over Manahan kini telah selesai dan dapat  dipergunakan. Namun fakta yang terlihat di lapangan, finishing proyek tersebut  meninggalkan kesan “asal-asalan”.
Dari pantauan di lokasi misalnya, hiasan keramik di dinding sisi timur maupun barat, tepatnya di sebelah selatan rel Kereta Api (KA) tidak selesai.
Banyak sekali ujung-ujung keramik yang pecah, namun kesannya tetap dipaksakan untuk dipasang. Jumlah keramik, tampaknya juga tidak mencukupi, sehingga hanya ditambal menggunakan semen kasar.

“Kalau dari fungsi jembatannya sudah jalan, sih. Tapi kalau dindingnya seperti ini, dipandang mata juga sama sekali ndak enak,” ujar pengguna jalan, Deni saat melintas di jalan itu.

Sementara itu hiasan keramik yang tidak selesai hanya ditambal dengan semen aci yang kasar.  Terutama di dinding bagian atas.

“Atau jangan-jangan proyeknya belum selesai, saya juga nggak tahu. Tapi, tetap saja nurut  saya  kerjaan ini nggak sempurna,” lanjutnya.

Baca Juga :  Beredar Kabar Gerakan Hitamkan Solo,  Ketua PSHT Solo: Kami Imbau Sedulur Agar Tidak Turun ke Jalan dan Warga PSHT di luar Solo Tak Perlu Datang ke Solo

Di samping hiasan keramik yang tidak sempurna, pengaspalan jalan di sisi dinding-dinding fly over pun terkesan asal jadi. Fakta di lapangan menunjukkan,  aspal di sisi timur dinding di selatan rel KA, tepatnya di depan Hotel Agas, kondisi aspalnya sudah mlenyok cukup dalam.

Padahal belum lewat tiga bulan proyek itu diresmikan. Dalam kondisi hujan dan setiap hari terlindas roda mobil, cekungan semakin dalam.
“Roda mobil tak dapat menghindar dari lubang itu, karena jalannya sempit. Untuk sepeda motor, ini bahaya sekali,” ujarnya.

Di ujung barat di Jalan Adisucipto daei aeah Lapangan Manahab, pada sisi utara dinding, kondisi aspal juga mengenaskan. Kondisinya hampir sama, aspal mlenyok, menandakan landasan yang terlalu lembek dan kualitas pengerjaan yang kurang baik.

Lebih ke timur sedikit, tepatnya di sebelah selatan gedung Sasana Krida Kusuma, bahkan kondisi aspal krowak cukup besar. Oleh warga, lobang menganga itu ditutupi dengan kayu sebagai  tanda  agar tidak mencelakakan pengguna jalan.

Baca Juga :  Gaet Pemilih Milenial, Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa Bakal Gelar Konser Virtual

“Saya juga agak khawatir kesenggol kalau pas lari pagi. Karena mobil pasti mepet ke kiri karena menghindari lubang itu,” ujar Aryanto, yang kebetulan sedang lari pagi, Jumat (18/1/3019).

Jika hujan turun, jalan di sekitar lubang tersebut juga tergenang air. Hal itu menurutnya membuat pemandangan kurang indah dan tidak nyaman.

“Genangan air hujan juga sangat mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Lebih dari itu, dia juga mengkhawatirkan kalau malam hari, karena sepeda motor atau mobil sangat mungkin bisa menabrak tumpukan kayu tersebut karena kurangnya pencahayaan.

“Mestinya nggak usah nunggu lama-lama. Pemerintah mestinya tanggap dan segera memperbaikinya. Kalau memang berat, soal hiasan keramik yang nggak selesai, biar nanti-nanti sajalah. Yang lebih penting kondisi jalan ini, karena menyangkut keselamatan  orang,” ujarnya. suhamdani