JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Geger Mayat Wanita di Temukan di Saluran Irigasi Tegalgede Karanganyar. Ditemukan Posisi Terlentang

Tim Polsek dan Inafis Polres Karanganyar saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat wanita di Tegalgede, Senin (14/1/2019). Foto/Wardoyo
Tim Polsek dan Inafis Polres Karanganyar saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat wanita di Tegalgede, Senin (14/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga di Dukuh Sawahan, Tegalgede, Karanganyar digegerkan dengan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan Senin (14/1/2019) pagi. Mayat itu ditemukan dalam posisi terlentang di saluran irigasi dekat persawahan setempat.

Mayat itu kali pertama ditemukan oleh warga sekitar yang curiga dengan keberadaanya. Data yang dihimpun di Mapolres, penemuan mayat itu sekitar pukul 06.00 WIB.

Ditemukan kali pertama oleh Warni (60) warga Dukuh Sawahan RT 2/15, Tegalgede, Karanganyar. Saat hendak menjemur pakaian, ia kaget mendapati sesosok mayat yang tergeletak di saluran irigasi.

Baca Juga :  Hasil Swab Berubah-Ubah, Keluarga Pak RT Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri Dulu. Hikmah Positifnya, Kades Sebut Warga Makin Waspada dan Perketat Protokol Kesehatan!

Mendapati hal itu, ia langsung berteriak minta tolong ke warga. Tak lama berselang datang tim kepolisian yang melakukan evakuasi dan olah TKP.

Menurut keterangan saksi, mayat wanita malang itu ditemukan di kedalaman 15 sentimeter.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi melalui Kasubag Humas AKP Suryanto membenarkan kejadian itu. Dari hasil identifikasi, mayat itu diketahui bernama Sujiah (60) warga Ngrawoh RT 3/15, Tegalgede, Karanganyar.

Ia memastikan dari olah TKP tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban

Baca Juga :  Tragis, Ditunggu-Tunggu Hingga Petang, Kartini dan Anaknya Histeris Lihat Suaminya Sudah Tewas Tergeletak di Sawah Jurangjero Karangmalang Sragen

” Berdasarkan keterangan dari Arif Kuncoro (anak korban) menerangkan bahwa korban sudah memiliki riwayat darah tinggi. Hasil pemeriksaan dari dokter jaga RSUD Jengglong Dr. Narti menyampaikan bahwa di kaki kiri terdapat luka lecet yang di duga karena terpeleset dan tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan,” paparnya.

Karena pihak keluarga sudah menerima atas kematian korban sebagai musibah dan tidak lain yang menjadi penyebabnya, jenasah korban langsung diserahkan untuk dimakamkan. Wardoyo