JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ratusan Mahasiswa UMS Dikerahkan ke 22 Desa di Karanganyar. Diterjunkan ke Sekolah hingga TPQ 

Foto/Humas Kab

DSC 0020 768x510
Foto/Humas Kab

KARANGANYAR- Sebanyak 204 mahasiswa diterjunkan untuk mengikuti KKN-DIK FKIP UMS di 2 kecamatan, Kabupaten Karanganyar, Senin (21/1/2019). Penerimaan mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Penerimaan mahasiswa KKN-DIK dari UMS ini dihadiri oleh beberapa pejabat daerah dan dari perwakilan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mahasiswa KKN-DIK UMS tersebut akan disebar ke 12 desa di Kecamatan Karanganyar dan 10 desa di Kecamatan Kerjo.

Dekan FKIP UMS, Harun Djoko Prayitno, menyerahkan mahasiswa – mahasiswanya secara langsung kepada Bupati Karanganyar. Haris mengucapkan terimakasih karena sudah diterima dengan baik di Karanganyar.

Ia juga mengatakan bahwa laboratorium atau sumber pembelajaran yang hidup adalah dari masyarakat karena adanya perbedaan dan menurutnya perbedaan adalah rahmat. Beliau juga menjelaskan perbedaan program KKN-DIK dengan program KKN lainnya di UMS.

Baca Juga :  Selasa Hingga Jumat, 17.635 Warga Miskin di Karanganyar Bakal Terima BST Senilai Rp 10,5 M. Tahun Ini Jumlah Penerima Menurun 5.000 Orang

“Yang membedakan KKN Pendidikan di FKIP dengan KKN pada umumnya adalah jika KKN pada umumnya yang diberdayakan adalah masyarakat, tetapi KKN Pendidikan yang diberdayakan adalah masyarakat pendidikan, seperti guru, peserta didik, sekolah, TPQ, TPA, atau kelompok–kelompok bermain informal lainnya,” tuturnya.

Jumlah mahasiswa KKN yang berada di Karanganyar ada sekitar 204 dari total 1.366 mahasiswa yang kami kirim ke 5 Kabupaten. Dari sejumlah 1.670-an, dan 200 mahasiswa diantaranya tahun kemarin pada bulan Juli sampai September sudah melaukan yang namanya KKN Pendidikan Terintegrasi di 10 Kabupaten luar pulau Jawa, sejak dari Medan, Bangka, Belitung, Pontianak, Kendari, Palu, Sorong, dan seterusnya.

Baca Juga :  Terjaring Penyekatan Jelang Mudik di Tawangmangu, Sakti Ngomel-Ngomel: Mau Pemilu Saja Disuruh Pulang Nyoblos, Giliran Mau Silaturahmi Orangtua Nggak Boleh!

Menurut Haris, tidak ada metode pembelajaran apapun yang paling bagus kecuali masyarakat.

Sumber pembelajaran yang hidup dan up-to-date adalah di masyarakat. Ia juga meminta para mahasiswanya untuk belajar banyak hal di kehidupan bermasyarakat.

Mahasiswa KKN-DIK UMS telah diterima langsung oleh Bupati secara simbolis, yaitu dengan menyerahkan topi KKN-DIK.

Bupati Karanganyar mengucapkan terimakasih karena Karanganyar telah dipercaya sebagai tempat KKN. Dan semoga dengan adanya KKN-DIK dapat memotivasi masyarakat Karanganyar untuk menjadi sarjana.

Bupati juga berharap bahwa mahasiswa – mahasiswa KKN-DIK dapat menjadi orang – orang yang berakhlak mulia, bisa tersebar ke seluruh Indonesia.  Ia berharap mahasiswa KKN-DIK tersebut dapat menuliskan laporan ataupun usulan kepada pemerintah Kabupaten Karanganyar. Wardoyo