loading...
Loading...
Foto profil akun penghina Presiden Jokowi di Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Masyarakat Sragen diresahkan dengan kemunculan akun di facebook (FB) yang mengunggah postingan bernada menghina Presiden Jokowi. Akun bernama Badak Badak Jenar itu pun langsung dilaporkan ke Polres Sragen.

Laporan dilakukan oleh legislator PKB Sragen, Fathurrohman. Ia melaporkan akun Badak Badak Jenar karena postingannya sudah meresahkan dan berisi penghinaan terhadap Jokowi.

Akun itu mengunggah postingan berisi “Gara2 monyet satu ibu, Indonesia jadi hancur, legal lgbt, utang5000T, sham untuk asing, bumn rugi. Bikin tol ngutang dkk”.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Jekawal Tangen, 3 Rumah, Mobil dan Motor Ludes Tak Tersisa. Warga Berhamburan, Kerugian Capai Rp 250 Juta 

Di bawahnya tertulis Muka M*NYET Neraka yang disertai gambar wajah Presiden Jokowi.

Akun itu tertulis bernama Badak Badak Jenar au mong ch kerjo bost. Di akunnya tertulis beralamat Dari Sragen, Jawa Tengah, Indonesia.

“Saya sudah resmi melaporkan akun Badak Badak Jenar itu ke Polres Sragen karena isinya memang menghina dan melecehkan Presiden sebagai simbol negara,” papar anggota Fraksi PKB asal Krapyak, RT 28/9, Sragen itu kepada wartawan Selasa (26/3/2019).

Baca Juga :  Pimpin Sertijab, Kapolres Minta Kasat Reskrim Berlari Ungkap Kasus Korupsi Sragen. Kasat Lantas Diminta Tekan Kasus Laka 

Dari pelacakan, akun Badak Badak Jenar itu menampilkan foto wajah secara jelas. Dari penampakannya, foto profil akun itu memperlihatkan potongan anak muda.

“Kelihatannya memang masih muda. Anak Jenar. Kalau dilihat profilnya, saya menduga itu akun asli. Bukan akun bodong. Sebab setelah dibuka foto-foto di dalamnya banyak sekali dan kelihatannya foto asli,” urai Fatur.

Baca Juga :  Wakapolda Jateng Serukan Semua Anggota dan Keluarganya Lebih Bijak Dalam Bermedia Sosial. Diminta Tak Terpengaruh Hoax 

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Harno membenarkan adanya laporan dugaan pelanggaran ITE terhadap Presiden Jokowi itu. Saat ini hal itu masih dalam penyelidikan. Wardoyo

Loading...