loading...
Loading...
Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Jenasah Pujiyanto (35) warga Dukuh Plumbon RT 35, Gondang, Sragen yang tewas dianiaya saudara sepupunya, Edi Santoso (40) sempat dibawa ke RSUD Moewardi Solo dengan ambulans. Ambulans yang dipakai adalah ambulans warna kuning.

Jenasah dievakuasi ke RSUD Moewardi untuk kepentingan otopsi. Ambulans milik parpol Golkar itu dipakai lantaran peralatannya paling lengkap dan saat kejadian memang paling standby.

“Kebetulan ambulans kami itu alatnya paling lengkap dan setiap saat selalu standby. Makanya kalau ada evakuasi apa-apa seringnya pakai ambulans kami. Tadi jenasah langsung dievakuasi ke RSUD Moewardi Solo,” papar Bambang, Sabtu (16/3/2019).

Baca Juga :  Geger Pembunuhan Sadis Anak Tebas Bapak Kandung Dengan Parang Hingga Tewas Bersimbah Darah 
Foto/Istimewa

Sementara, lokasi rumah duka, dipadati warga sekitar. Kejadian penganiayaan sadis itu membuat warga terkejut sehingga penasaran ingin melihat dari dekat.

Kapolsek Gondang, AKP Kabar Bandiyanto mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan insiden penganiayaan itu terjadi secara tiba-tiba. Pelaku yang masih saudara dan tinggal bersebelahan dengan korban  memang diketahui mengidap gangguan kejiwaan alias stres. Jika kumat, pelaku memang sering mengamuk.

Baca Juga :  Hasil Akhir Real Count Perolehan Suara Pemilu 2019 di Sragen. Jokowi-Maruf Menang Telak 80,95 % Bupati Mengaku Bangga 

“Pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Awalnya pelaku tanya ke korban dan langsung memukuli. Pakai tangan kosong. Sempat dikeroki sebentar oleh ibunya tapi kemudian meninggal. Ini saya masih di RSUD Sragen untuk menunggu proses otopsi jenasah korban,” papar AKP Kabar Bandiyanto. Wardoyo

Baca Juga :  Real Count Hasil Pilpres di Sragen, Jokowi-Maruf Raup 80,89 %,  Prabowo-Sandi Raih 19,10 % 

 

Loading...