loading...
Loading...
Kondisi korban penganiayaan di Gondang, Sragen saat hendak dievakuasi petugas. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penganiayaan sadis di Dukuh Plumbon, Gondang yang dilakukan Edi Santoso (40) hingga menewaskan saudara sepupunya, akhirnya menyeret Edi sebagai pesakitan. Edi yang ssmpat dinyatakan stress akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Kapolsek Gondang AKP Kabar Bandiyanto mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan menerangkan penetapan tersangka dilakukan setelah perbuatan Edi mengakibatkan korban Pujiyanto, meregang nyawa. Anto, sapaan Pujiyanto, tewas akibat pukulan telak pada bagian belakang kepala dan ulu hati oleh tersangka pada Sabtu (18/3/2019).

Baca Juga :  Ketakutan Diancam oleh Oknum PNS dan Ketua KPPS, Ibu Korban Intimidasi Pemilu di Gondang Sragen Terpaksa Mencoblos Dengan Kawalan 

“Akibat perbuatan itu, Edi kami tetapkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan harus menerima sanksi pidana sebagaimana dimaksud pasal 351 ayat 3 KUHP tentang tindak penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia,” paparnya Selasa (19/3/2019).

Data yang dihimpun di lapangan, insiden penganiayaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut tetangga korban, Gino (48) kejadian bermula ketika pagi itu, korban hendak bepergian dengan sepeda motor. Saat mengambil helm, mendadak pelaku menghampiri sembari ngomel ke korban di rumah korban.

Tanpa basa-basi, pelaku mendadak langsung menyerang saudara sepupunya itu dengan pukulan bertubi-tubi. Korban yang tak siap, tak kuasa melawan. Ia hanya bisa pasrah ketika pelaku menghajarnya berkali-kali dengan pukulan mengenai rahang dan ulu hati.

Baca Juga :  Terungkap, Korban Kecelakaan Mobil Digasak Kereta Api di Jetak Sragen Diketahui Berasal dari Kompleks TNI AD Depok. Begini Kronologi Lengkapnya! 

Korban pun langsung jatuh tersungkur di depan pelaku.

Kapolsek Gondang AKP Kabar Bandiyanto membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan antara pelaku dan korban sebenarnya masih saudara sepupu dan tinggal bersebelahan. Dari keterangan saksi-saksi dan olah TKP, tidak ada persoalan sebelumnya di antara korban dan pelaku.

“Tahu-tahu pelaku tanya ke korban dan langsung memukuli. Pakai tangan kosong. Sempat dikeroki sebentar oleh ibunya tapi kemudian meninggali,” papar AKP Kabar Bandiyanto. Wardoyo

Baca Juga :  Hujan Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Sugimin, Anggota DPRD Sragen Yang Ditemukan Meninggal di Wonogiri 
Loading...