JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Diperiksa Selama Satu Jam. Dicecar Pertanyaan Soal Foto Pose Satu Jari! 

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20190116 000210
Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen, Kamis (11/4/2019). Bupati dipanggil untuk diperiksa perihal laporan indikasi ketidaknetralannya dalam foto pose satu jari saat hadir di acara wayangan Bawaslu 30 Maret silam.

Bupati hadir di Bawaslu sekitar pukul 08.00 WIB. Selama satu jam, orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu diperiksa dan dicecar banyak pertanyaan oleh tim Bawaslu.

“Iya tadi kita sudah kami periksa. Satu jam dari jam 08.00-09.00 WIB. Yang pertama kita periksa secara umum apakah sehat dan mau dimintai keterangan,” papar Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budi Prasetya, Kamis (11/4/2019).

Baca Juga :  Bertahun-Tahun Tak Rukun dan Saling Gempur Gegara Sengketa Tanah Secuil, 2 Warga Bertetangga di Kedawung Sragen Akhirnya Mak Jleb Usai Lihat Hasil Pengukuran Ulang BPN. Siapa Yang Menang?

Kemudian, pertanyaan menyangkut agenda 30 Maret di acara wayangan yang digelar Bawaslu. Bupati ditanya perihal sambutannya apa saja, kemudian di acara talkshow yang dijawab saat itu mengajak masyarakat untuk tidak Golput pada Pemilu 2019.

Lalu pertanyaan berlanjut terkait pose satu jari di acara foto bersama. Menurutnya jawaban bupati, saat dimintai foto bersama Forkompida yang pertama gaya resmi.

Yang kedua, fotografer meminta gaya bebas. Kebanyakan memang mengepal dan bupati juga sempat mengepal. Namun kemudian mengakui sempat mengacungkan jarinya sebagai tanda saya adalah orang nomor satu di Sragen.

Baca Juga :  Jelang Debat Pilkada Sragen, Ini Yang Dilakukan Cabup Yuni. Ketua Tim Pemenangan Sebut Hanya 4 Orang Yang Boleh Masuk ke Arena Debat, Siapa Saja?

Terpisah, Bupati Sragen kepada wartawan membenarkan sudah diperiksa Bawaslu. Terkait dengan pose satu jari yang dipersoalkan, ia menjawab bahwa pada saat pose pertama gayanya memang ngapurancang alias gaya resmi.

“Nah saat take yang kedua, fotografer minta semua gaya bebas. Reflek saya begini (acungkan satu jari). Namanya gaya bebas kan. Saya bupati orang nomor satu di Sragen, ya refleknya begini (mengacungkan satu jari). Kenapa harus dipertanyakan,” tuturnya.

Yuni menegaskan ia tak ada niatan atau kesengajaan untuk pose yang terkait politik atau Pemilu. Apalagi berkampanye. Wardoyo