loading...
Loading...
Ilustrasi pengeroyokan

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Anggota DPRD Karanganyar sekaligus Ketua DPC Hanura, Putut Hartanto tak menampik sudah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Karanganyar. Putut yang bersama anaknya dilaporkan atas kasus dugaan pengeroyokan mengklaim persoalan itu akan diselesaikan secara kekeluargaan dengan korban.

Hal itu disampaikan kepada wartawan Jumat (12/4/2019). Ketika dikonfirmasi awak media melalui telepon selularnya, Putut berharap agar kasus yang membelitnya dapat diselesaikan melaluimediasi.

Menurutnya, persoalan antara dirinya dengan pelapor, sebenarnya sudah tidak ada masalah.

“Antara saya dengan pelapor sudah tidak ada masalah. Saya ingin, kasus ini segera selesai melalui jalur mediasi dan pelapor mencabut laporannya,” kata Putut melalui telepon selularnya, Jumat (12/04/2019) sore.

Baca Juga :  Ketua PCNU Karanganyar Tolak Segala Bentuk Aksi Kerusuhan. Imbau Semua Jemaah Ikut Kampanyekan Tak ke Jakarta

Putut juga mengaku telah dimintai keterangan oleh tim penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar.

“Memang betul saya telah dimintai keterangan. Namun sekali lagi, saya berharap agar bisa diselesaikan dengan mediasi,” ujarnya singkat.

Putut juga mengaku telah dimintai keterangan oleh tim penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar.

“Memang betul saya telah dimintai keterangan. Namun sekali lagi, saya berharap agar bisa diselesaikan dengan mediasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Tiket Pesawat Menggila, Bupati Karanganyar Sebut Setahun Tak Lebih Dari 3 Kali Kunjungan ke Luar Daerah 

Putut dilaporkan ke Polres Karanganyar, Kamis (11/04/2019) malam. Pimpinan DPC Partai Hanura itu dilaporkan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap Grudug Subroto (41) warga Dukuh Jloko Wetan RT 1/15, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, melalui Kasat Reskrim, AKP Purbo Adjar Waskito membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Putut Hartanto tersebut.

Menurut Kasat Reskrim, kasus ini bermula ketika pada hari Rabu (10/04/2019) sekitar pukul 02.00 dinihari, korban didatangi oleh M Irfan, yang merupakan anak terlapor.

Baca Juga :  Perempuan Paruh Baya Tewas Usai Ritual di Candi Sukuh dan Cetho. Sebelumnya Sempat Pingsan dan Diantar Teman Misterius 

Saat itu, M Irfan diminta untuk datang ke rumah dan menemui pelaku, Putut Hartanto.

Tidak lama kemudian, korban datang ke rumah Putut. Sesampainya di rumah, terlapor langsung emosi dan menantang korban untuk berkelahi.

Sempat terjadi adu mulut, sebelum akhirnya terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh M Irfan dan Putut Hartanto.

Pengeroyokan yang dilakukan oleh terlapor dan anaknya tersebut, mengakibatkan korban mengalami luka memar dimata bagian kanan. Wardoyo

 

 

 

 

Loading...