Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Ini Penjelasan Dokter Terkait Jadwal Minum Obat Selama Puasa Ramadan

Ilustrasi Obat  Pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketika menjalankan puasa Ramadan seorang muslim harus mengonsumsi obat, maka ada jadwal minum obat yang harus dipatuhi.

Hal itu diungkapkan oleh dokter umum MedicElle Clinic, dr Puspita Dyah Ardyani.

dr Puspita Dyah Ardyani, memberikan anjuran jadwal mengonsumsi obat. Berikut uraiannya :

Pertama : jika aturan minum obat 1×1, diminum ketika sahur atau berbuka

“Jika obat diminum satu kali sehari, berarti rentang waktu minumnya per 24 jam sehingga bisa dikonsumsi pada sahur atau berbuka. Dipilih salah satu saja. Hari selanjutnya dipilih waktu yang sama ketika hari pertama,” tutur Puspita.

Kedua : Waktunya sama-sama baik. Namun pada kasus tertentu seperti obat gula darah, sebaiknya dikonsumsi ketika berbuka puasa. Karena obatnya bekerja menurunkan gula darah.

“Kalau dikonsumsi ketika makan sahur takutnya darah bisa turun secara drastis,” tutur Puspita.

Ketiga : jika aturan minum obat 2×1, diminum ketika sahur dan berbuka

Apabila aturan obatnya diminum dua kali sehari. Maka obat bisa dikonsumsi ketika sahur dan berbuka puasa.

Obat yang aturan minumnya 2×1 berarti jarak minumnya adalah 12 jam. Ketika berpuasa, mengonsumsi obatnya memang tidak pas 12 jam. Tapi setidaknya tetap bisa mendapatkan reaksi obat meskipun tidak optimal,” Puspita mengungkapkan.

Jadi, lanjutnya, bisa dikonsumsi sahur menjelang imsak dan ketika berbuka.

Keempat : jika aturan minum obat 3×1, diminum ketika sahur, menjelang tengah malam, dan berbuka

Selanjutnya jika obat wajib dikonsumsi tiga kali sehari, tutur Puspita, maka waktu yang tepat adalah saat berbuka puasa, menjelang tengah malam yaitu sekitar pukul 23.00, dan terakhir ketika sahur.

Seperti aturan obat 2×1, obat yang diminum 3×1 rentang waktunya tidak sesuai dengan aturan minum yang seharusnya per 8 jam.

“Tapi setidaknya tetap bisa mendapatkan reaksi obatnya meskipun tidak secara maksimal,” jelasnya.

Kelima : jika aturan minum obat 4×1, tidak dianjurkan

Kenenam : jika pasien wajib meminum obat selama empat kali dalam sehari, maka tidak dianjurkan.

“Dalam kasus ini, bisa konsultasi terlebih dulu ke dokter. Pasien bisa bertanya supaya dokter bisa mencarikan solusinya. Seperti bisa menggantinya dengan obat yang aturan minumnya 3×1 atau seperti apa,” pungkasnya.

Exit mobile version