loading...
Loading...
Ilustrasi kartu BPJS

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM BPJS Surakarta mengungkap harus nombok sekitar Rp 82,247 miliar di Karanganyar.

Hal dikarenakan penerimaan iuran dari peserta BPJS dengan premi yang harus dibayarkan masih njomplang alias kurang.

Hal itu diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Dr Bimantoro di ruang Garuda kantor bupati Karanganyar, Kamis (9/5/2019). Ia menyampaikan berdasarkan data per 1 April 2019, peserta BPJS kesehatan di Karanganyar 741.745 jiwa atau 80,99 persen dari total penduduk 915.810 jiwa.

Sementara itu penerimaan dari iuran peserta di Karanganyar Rp 108,867 miliar pada 2018. Sedangkan pembiayaan pada tahun tersebut Rp 191,114 miliar.

Baca Juga :  Pengadaan 177 Motor Dinas Baru Untuk Kades di Karanganyar Dinilai Mencurigakan. Pakar Hukum UNS Sebut Pemilihan Merek N Max Patut Dipertanyakan! 

“Terdapat selisih Rp 82,247 miliar. BPJS kesehatan membayar ongkos layanan kesehatan pesertanya di puskesmas dan rumah sakit mitranya,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo menganggap pentingnya pencegahan sakit. Menurutnya itu akan mengurangi problem yang timbul dari pengelolaan JKN.

Mengenai selisih Rp 82 miliar pada penerimaan dan biaya pelayanan kesehatan tahun 2018, hal itu dapat diatasi melalui subsidi nasional program JKN.

Lebih lanjut dikatakan, APBD kabupaten tahun 2019 memasang anggaran Rp 14 miliar untuk integrasi dari Jamkesda ke BPJS kesehatan. Sebanyak 52.000 jiwa masuk PBI. Wardoyo

Loading...