JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terseret 4 Kilometer di Bengawan Solo, Jasad Mbah Rebi Akhirnya Ditemukan di Wilayah Tangen

Tim gabungan saat mengevakuasi jasad korban hanyut di Bengawan Solo, wilayah Tangen, Sragen, Senin (27/5/2019). Foto/PMI
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim gabungan saat mengevakuasi jasad korban hanyut di Bengawan Solo, wilayah Tangen, Sragen, Senin (27/5/2019). Foto/PMI

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri hilangnya nenek Rebi (70) asal Dukuh Toto Rejo RT 19/6, Kedungupit, akhirnya terjawab. Setelah hilang semalaman, nenek malang itu akhirnya ditemukan Senin (27/5/2019) siang.

Korban yang meninggalkan rumah sekitar pukul 13.00 WIB itu ditemukan tewas mengambang di Sungai Bengawan Solo wilayah Dukuh Ngriwek, Katelan, Tangen.

Jasad nenek malang itu ditemukan dalam jarak 3-4 kilometer dari lokasi awal terdeteksi tenggelam. Sejumlah saksi mata sempat melihat korban diketahui tenggelam di wilayah Dukuh Garut RT 6, Karangudi, Ngrampal.

Baca Juga :  KKN Kreatif di Masa Pandemi, Mahasiswi UNS asal Sragen Ini Gencarkan Sosialisasi, Baksos Hingga Pasang MMT Cegah Covid di Kampung Sendiri. Tokoh Masyarakat Pun Sampaikan Apresiasi

“Korban sudah ditemukan sekitar pukul 14.24 WIB di wilayah Ngriwek, Katelan, Tangen. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi mengambang dan telungkup di sungai,” papar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Agus Jumadi, Senin (27/5/2019).

Jasad korban ditemukan setelah melalui penyisiran sejak Minggu (26/5/2019) siang. Korban ditemukan oleh regu SAR yang melakukan penyisiran ke wilayah Tangen beberapa meter ke arah jembatan Ganefo Tangen.

Baca Juga :  Resah Suami dan Anak-anak Jadi Lupa Daratan, Ratusan Emak-emak Pengajian di Gawan Sragen Nekat Geruduk Markas Judi Dingdong dan Warung Miras. Pemilik Warung Tak Berkutik

“Sekira pukul 14.24 WIB korban ditemukan mengambang di penemuan Dukuh Ngriwek, Desa Katelan, Kecamatan Tangen dengan dengan posisi tengkurap. Kemudian oleh tim dievakuasi dan dibawa ke Dukuh Ngrejeng, Klandungan, Ngrampal,” paparnya.

Dari hasil identifikasi, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Karena kerabat sudah menerima sebagai musibah, jasad korban akhirnya diserahkan untuk dimakamkan. Wardoyo