loading...
Loading...
Kapolsek Kalijambe Iptu Aji Wiyono saat memimpin olah TKP di warung angkringan Karangjati, Kalijambe, lokasi komplotan begal beraksi, Rabu (24/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Kawanan begal bermobil beraksi di warung HIK di tepi jalan raya Solo-Purwodadi Dukuh Karangrejo, Desa Karangjati, Kalijambe dinihari kemarin.

Mengendarai mobil dan bersenjata parang, begal berjumlah enam orang itu merampas paksa sebuah sepeda motor dan dua HP milik warga yang sedang jajan di warung HIK milik Daryanto (24) tersebut.

Korban masing-masing bernama Muhammad Muzaki (19) warga Manisrejo RT 20, Sambiduwur, Tanon, Sragen dan Amin Aryanto ((18) warga Lemah Bedah RT 18, Kacangan, Sumberlawang, Sragen.

Muzaki kehilangan HP dan satu unit sepeda motor Suzuki Satria AD 5608 GU sedangkan Amin kehilangan sebuah HP.

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika korban tengah jajan di warung HIK sekitar pukul 03.30 WIB.

Baca Juga :  Korupsi Alsintan Jilid 2 Sragen, Kasat Reskrim Sebut Sudah Periksa Supri dan Tinggal Penetapan Tersangka. Berkembang ke Jilid Berikutnya? 

Saat keduanya asyik makan, mendadak berhenti sebuah mobil Toyota Avanza yang berhenti di seberang jalan. Setelah berhenti, kemudian enam orang berperawakan sangar turun dari mobil dan menghampiri warung.

“Sesampai di warung, salah satu pelaku merampas HP kedua korban yang diletakkan di meja warung sambil mengeluarkan parang untuk mengancam. Kemudian pelaku lain meminta kontak motor korban,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi, Rabu (24/7/2019).

Karena diancam parang dan kalah jumlah, kedua korban dan pemilik warung hanya bisa pasrah. Para pelaku juga meminta dompet kedua korban.

Setelah merampas kontak motor dan semua barang korban, keempat pelaku lari ke dalam mobil dan kabur.

Baca Juga :  Innalillahi, Jenazah Pengunjung Kemukus Yang Tewas Usai Kencan, Ditemukan Dalam Posisi Nungging 

Dua orang lainnya kemudian menyusul kabur dengan mengendarai motor korban. Mereka kabur ke arah Gemolong.

AKP Agus menambahkan saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Dari laporan korban, kerugian ditaksir mencapai Rp 8 juta.

“Saat ini masih didalami dan diselidiki,” tukasnya. Wardoyo

Loading...