Beranda Daerah Karanganyar 7.000 Lebih Elemen Relawan Gunung Lawu Dukung Petisi Tolak Jalur Lawu Jadi...

7.000 Lebih Elemen Relawan Gunung Lawu Dukung Petisi Tolak Jalur Lawu Jadi Ajang Trabas Trail. Buntut Video Viral Trabas Jalur Lawu 

Gunung Lawu. Foto/Istimewa
Gunung Lawu. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi motor trail atau trabas hingga ke Puncak Lawu, yang menjadi viral di media sosial, kini ramai jadi sorotan. Berbagai kalangan mengecam aksi trabas itu dan mulai menyuarakan penolakan Jalur Lawu dijadikan lokasi trabas.

Keprihatinan dan penolakan itu kini dituangkan dengan membuat sebuah petisi. Berbagai elemen masyarakat peduli gunung Lawu yang mengatasnamakan Relawan Gunung Lawu di situs website www.change.org.

Pantau JOGLOSEMARNEWS.COM , sejak diunggah empat hari lalu hingga malam ini, sudah lebih dari 7000 orang yang berpartisipasi untuk mendukung penolakan trabas trail di gunung Lawu.

Rasa keprihatinan juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pemerhati Penyelamat Seni dan Budaya Indonesia (DPPSBI) Kusumo Putro.

Menurutnya keberadaan gunung Lawu harus dilindungi. Sebab pihaknya sudah mengajukan surat pendaftaran Gunung Lawu sebagai kawasan lanskap cagar budaya ke Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Baca Juga :  Jangan Terlewat! Puncak Panen Durian Desa Gempolan Karanganyar 2026 Telah Dibuka: Harga Mulai 30.000, Musang King Menanti Anda!

Ditambahkan Kusumo pendaftaran Gunung Lawu sebagai kawasan lanskap cagar budaya ke Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah sudah dilakukannya pada tahun 2017.

Kusumo menyebut, gunung Lawu melahirkan peradaban. Terbukti di lereng gunung banyak terdapat peninggalan situs serta candi.

Juga melahirkan tradisi budaya kearifan lokal yang sampai sekarang masih tetap terus dipertahankan oleh penduduk sekitar.

Karena banyak peninggalan bersejarah di Gunung Lawu, pihaknya bertekad  menyelamatkannya dari berbagai hal yang bisa merusak apapun yang ada di dalam gunung Lawu.

“Untuk memberi dukungan kami dari DPPSBI hadir bersama Masyarakat Peduli Lawu dalam acara saresehan budaya untuk menjaga kelestarian gunung Lawu sebagai Landcape budaya  budaya,” jelas Kusumo kepada wartawan, Jumat (2/8/2019) malam. Wardoyo

Baca Juga :  Jangan Terlewat! Puncak Panen Durian Desa Gempolan Karanganyar 2026 Telah Dibuka: Harga Mulai 30.000, Musang King Menanti Anda!

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.