JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

7.000 Lebih Elemen Relawan Gunung Lawu Dukung Petisi Tolak Jalur Lawu Jadi Ajang Trabas Trail. Buntut Video Viral Trabas Jalur Lawu 

Gunung Lawu. Foto/Istimewa

gununglawu
Gunung Lawu. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi motor trail atau trabas hingga ke Puncak Lawu, yang menjadi viral di media sosial, kini ramai jadi sorotan. Berbagai kalangan mengecam aksi trabas itu dan mulai menyuarakan penolakan Jalur Lawu dijadikan lokasi trabas.

Keprihatinan dan penolakan itu kini dituangkan dengan membuat sebuah petisi. Berbagai elemen masyarakat peduli gunung Lawu yang mengatasnamakan Relawan Gunung Lawu di situs website www.change.org.

Pantau JOGLOSEMARNEWS.COM , sejak diunggah empat hari lalu hingga malam ini, sudah lebih dari 7000 orang yang berpartisipasi untuk mendukung penolakan trabas trail di gunung Lawu.

Baca Juga :  Mulai Senin 25 Januari, 3.459 Nakes di Karanganyar Jalani Vaksinasi Covid-19, Warga Lainnya Siap Menyusul. Sabtu Ini, Vaksin Tiba dari Semarang

Rasa keprihatinan juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pemerhati Penyelamat Seni dan Budaya Indonesia (DPPSBI) Kusumo Putro.

Menurutnya keberadaan gunung Lawu harus dilindungi. Sebab pihaknya sudah mengajukan surat pendaftaran Gunung Lawu sebagai kawasan lanskap cagar budaya ke Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Ditambahkan Kusumo pendaftaran Gunung Lawu sebagai kawasan lanskap cagar budaya ke Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah sudah dilakukannya pada tahun 2017.

Kusumo menyebut, gunung Lawu melahirkan peradaban. Terbukti di lereng gunung banyak terdapat peninggalan situs serta candi.

Baca Juga :  Rame-Rame PPKM Diperpanjang, Bupati Karanganyar: Kalau Masing-masing Tidak Disiplin, Sampai Kapan pun Pandemi Takkan Berakhir!

Juga melahirkan tradisi budaya kearifan lokal yang sampai sekarang masih tetap terus dipertahankan oleh penduduk sekitar.

Karena banyak peninggalan bersejarah di Gunung Lawu, pihaknya bertekad  menyelamatkannya dari berbagai hal yang bisa merusak apapun yang ada di dalam gunung Lawu.

“Untuk memberi dukungan kami dari DPPSBI hadir bersama Masyarakat Peduli Lawu dalam acara saresehan budaya untuk menjaga kelestarian gunung Lawu sebagai Landcape budaya  budaya,” jelas Kusumo kepada wartawan, Jumat (2/8/2019) malam. Wardoyo