JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Duh Gusti, 3 Kakek-Kakek Asal Sragen Digerebek Saat Main Bertiga di Emperan Rumah 

Para tersangka saat diamankan di Polres Sragen. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20190808 025256
Para tersangka saat diamankan di Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kelakuan tiga kakek ini tak patut ditiru. Betapa tidak, usia senja yang harusnya lebih memperbanyak amal, justru harus dinodai dengan maksiat.

Ya, tiga kakek asal Kalijambe itu terpaksa harus merasakan dinginnya hotek prodeo Polres Sragen. Pasalnya mereka tertangkap basah bermain judi remi di emperan rumah milik Sutiman, warga Dukuh Ngebung, RT 4/02, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Penggerebekan dilakukan kemarin siang, Rabu (7/8/2019) sekira pukul 14.30 WIB. Tiga kakek yang kemudian ditetapkan tersangka itu masing-masing Sunarso (61) warga Dukuh Bubak RT 1/02, Desa Ngebung, Kalijambe, Samijo (63) warga Dukuh Ngabung RT 3/2 dan Sukido Widodo (51) warga Dukuh Ngebung RT 4, Kalijambe, Sragen.

Baca Juga :  Heboh, Muncul di Malam Jumat, Video Serem Motor Putih Mendadak Jalan dan Parkir Sendiri. Tulisannya di Parkiran RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Ini Fakta Sebenarnya!

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengatakan tersangka digerebek berkat informasi warga yang resah dengan aktivitas judi yang tak mengenal waktu. Karena gerah melihat mereka main di siang hari, warga kemudian lapor polisi.

Baca Juga :  Berawal dari Senggolan Akhirnya Tewas Mengenaskan. Begini Kronologi Kecelakaan Maut Pemotor Asal Pasar Kliwon Solo Hantam Pohon di Karangmalang Sragen

“Dari laporan itu, langsung ditindaklanjuti dengan penggerebekan. Dari lokasi kejadian tim mendapati ketiganya tengah judi remi,” paparnya Kamis (8/8/2019).

Dari tangan tersangka, tim mengamankan barang bukti. Diantaranya lima set kartu Remi, satu set kartu domino, sebuah tikar plastik dan uang tunai sebesar Rp 55.000.

“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres. Mereka bakal dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tandas AKP Agus. Wardoyo