JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kasat Intel Karanganyar Ungkap Mahasiswa dan Remaja Milenial Sangat Rentan Dicuci Otak Paham Radikalisme 

Foto/Humas
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Generasi muda dan milenial dinilai rentan terhadap asupan paham radikalisme. Penanaman jiwa toleran dan rela berkurban dinilai penting untuk menangkal paham radikalisme.

Hal itu terungkap saat digelar serasehan oleh Dekolah Tinggi Ilmu Kesehatan  (STIKES) 17 Karanganyar dalam memperingati hari Raya Idul Adha 1440 H, Senin (12/8/2019).

Dua pembicara dihadirkan yakni Kasat Intelkam Polres Karanganyar,  AKP Teguh Sujadi dan dari Pemkab, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agam Bintoro.

“Membentuk dan meningkatkan SDM yang berkualitas Indonesia maju dan rangka Idul Adha ini melatih rasa toleransi beragama harus tertanam dalam diri Civitas Akademik STIKES 17 guna menangkal radikalisme yang akan merusak bangsa kedepannya,”  papar Ketua Yayasan Pendidikan 17 Surakarta, Tatik Suryo.

Baca Juga :  Bakar Bendera PKI, Aliansi Masyarakat Karanganyar Tolak RUU HIP & Desak DPR Cabut Selamanya Dari Prolegnas

Sementara Kasat Intelkam Polres Karanganyar, AKP Teguh Sujadi mengatakan paham radikalisme harus senantiasa diajarkan dalam diri mahasiswa yang dikhawatirkan akan merusak pemahaman dan ideologi bangsa Indonesia.

Pihaknya harus mengenali ciri-ciri dan pergerakan paham radikalisme. Menurutnya pemuda atau remaja juga rentan dicuci otak itu paham radikalisme.

Baca Juga :  Pembina Klub Sepakbola BFA Karanganyar Tuding Panitia Kongres PSSI Tidak Akomodatif. Ini Pemicunya!

“Saya berharap pemuda khusus mahasiswa menjadi benteng dan menolak segala paham radikalisme,” tuturnya.

Sementara Kabag Kesra, Agam Bintoro mengatakan Pancasila harus terus disosialisasikan nilai nilai kepada para pemuda dan masyarakat luas. Apalagi, para mahasiswa yang lahir pada zaman milenial sudah harus mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Bukan hanya paham akan tetapi harus mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tandas Agam Bintoro. Wardoyo