SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kondisi perekonomian yang dinamis saat ini membuat pelaku usaha yang tidak siap menghadapi mengalami goncangan.
Para pelaku usaha yang terbiasa menggunakan modal kerja dari perbankan, tidak sedikit yang mengalami kredit bermasalah.
Secara nasional Non Perfomance Loan (NPL) atau kredit bermasalah cenderung mengalami peningkatan signifikant. Di atas angka lima persen.
Namun demikian, kondisi dan kinerja BPR di Soloraya, lebih baik, bila dibandingkan kondisi BPR secara nasional. Baik untuk pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK), Kredit yang Disalurkan (KYD) maupun kredit bermasalah (NPL).
Demikian diungkapkan Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank, Andy Rahman, dari OJK Solo, saat memberikan sambutan grand opening BPR Binsani Kantor Cabang Solo di komplek ruko sebelah utara jembatan Tirtonadi, Kamis (8/8/2019).
“Kondisi yang demikian menandakan perkem

bangan dan pertumbuhan perekonomian kota Solo positif. Selamat dan sukses untuk pembukaan BPR Binsani Kantor Cabang Solo,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Selanjutnya, Andy Rahma, menyatakan kekaguman dengan strategi yang diterapkan BPR Binsani yang terbilang unik,
“Umumnya BPR mengembangkan usahanya dari kota ke daerah pinggir. Tetapi BPR Binsani justru sebaliknya. Mengembangkan usahanya dari daerah pinggir ke arah kota,” paparnya mengapresiasi.
Pembukaan kantor cabang BPR Binsani telah dipersiapkan dengan baik. Ketentuan regulasi telah dipenuhi. Di antaranya perubahan penambahan direksi yang semula dua menjadi tiga orang.
Direktur Utama, Direktur Kepatuhan dan Direktur Operasional. Penambahan direksi ini dalam rangka menghadapi perkembangan BPR ke depan.
Acara grand opening berlangsung semarak dan meriah dibarengkan dengan acara pengundian ratusan hadiah untuk tabungan dan deposito amanah. suhamdani