loading...
Loading...
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Masyarakat Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso menggelar kirab budaya dan tari Bedhayan Pucuk Putri Di Dusun Gondang Rejo, Kemuning.

Kirab budaya dan tari bedhayan pucuk putri dimaksudkan untuk mengajak masyarakat untuk selalu berharmonisasi dengan alam. Yakni menjaga alam dengan tidak merusaknya.

“Bersanding dengan alam terus karena alam ini bisa menampung air dan manahan air dari erosi. Harapan kami, marikah kita jaga alam dan pelihara alam ini dengan baik,” papar Penyelenggara kirab budaya dan Tari Bedhayan Pucuk Putri, Priyanto Kromo Wiryo.

Kirab dimulai dari Dusun Gondang Rejo sekitar 800 meter. Mengintari jalan dan masuk di area sendang Gondang Rejo. Sepanjang jalan, peserta kirab membawa gunungan dari buah-buahan, dan jajan pasar yang dibawa putri-putri warga setempat.

Baca Juga :  Bagi-bagi Bunga, Kejari Karanganyar Klaim Selamatkan Rp 1,2 Miliar Uang Negara dari Tangan Para Koruptor Karanganyar 

Selanjutnya dibelakangnya ada membawa gamelan dan sejumlah penari.

Memasuki areal teh, 9 orang putri penari dengan indah disela-sela tanaman teh. Tiba-tiba ada segerombolan hama yang menganggu tanaman teh tersebut. Namun demikian, hama itu akhirnya bisa diusir atau disingkirkan.

Harapan warga, menurut Priyanto mengajak anak muda dan masyarakat untuk senantiasa menjaga kedamaian alam. Sekaligus mengakrabkan generasi milenial untuk bersentuhan dengan tanaman. Mereka rata-rata bercita-cita dan bekerja di kota.

Baca Juga :  Gawat, 9 Perangkat Pendeteksi Bencana Longsor di Karanganyar Dalam Kondisi Rusak. BPBD Sebut Sebagian Akinya Hilang 

“Kita tetap berharap ada yang terus mencintai tanaman, mengolah tanah dengan baik. Lha, pendekatan kami dengan pendekatan budaya. “ tandasnya. Wardoyo

 

Loading...