JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sampah Sragen 7 Ton Perhari, Bupati Minta Semua Pejabat Eselon II Harus Rintis Bank Sampah di Lingkungan Rumah! 

Ilustrasi gunung sampah
Ilustrasi gunung sampah

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta semua pejabat eselon II merintis bank sampah di lingkungannya. Kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi dan menekan sampah plastik yang dinilai sulit direduce dan recycle.

Hal itu disampaikan Bupati Yuni seusai memimpin gerakan pungut sampah memeringati World Clean Up Day di Pemkab, Sabtu (21/9/2019).

Ia mengatakan PNS sebagai tokoh di lingkungannya, harus bisa menginisiasi menjadi penggerak bagi warganya untuk mengurangi sampah plastik dan memilah sampah.

“Kemudian salah satu kebijakan riil yang kita lakukan adalah menggerakkan PNS untuk melakukan bersih sampah. Nah sekarang tugas mereka di lingkungan masing- masing untuk membuat bank sampah. Dimulai dari eselon 2, saya minta di lingkungan mereka harus ada bank sampah yang memilah sampah rumah tangga,” papar Bupati kepada wartawan.

Baca Juga :  Bertahun-tahun Dirindukan, Jalan Kampung di Desa Terpencil Sragen Ini Akhirnya Selesai Dibangun dari Program TMMD TNI. Dandim Berharap Bisa Dimanfaatkan Warga!

Selain bank sampah, semua pejabat eselon II dan PNS harus ikut andil membersihkan lingkungan dari sampah plastik.

Yakni dengan tidak lagi menggunakan air kemasan mineral saat rapat dinas masing-masing. Sebaliknya, ia meminta PNS membawa botol minuman sendiri dari rumah.

“Bagian rapat di semua dinas secara bertahap harus mulai tidak menyediakan air mineral kemasan. Saya harap teman-teman di dinas pendidikan, guru juga bisa membuat anak-anak tidak hanya memilah sampah di sekolah, tapi juga di rumahnya,” terang Yuni.

Baca Juga :  Berikut Daftar 5 Warga Sragen Yang Meninggal dan Positif Covid-19 Hari Ini. Ada Yang Pulang dari Papua!

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menambahkan potensi sampah di Sragen tiap hari mencapai 6 hingga 7 ton. Sampah itu berasal dari wilayah Sragen Kota termasuk dari pasar.

“Ini juga harus menjadi perhatian khusus. Tapi memang belum kita data berapa sampah plastiknya. Tapi coba perhatikan, kalau ke TPA, dominasi sampah plastik kan sangat tinggi,” paparnya. Wardoyo