JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Hari Batik Nasional 2019, HIMA Prodi Batik FSRD ISI Solo dan Siswa SD Gambar Motif Batik Nusantara

Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, HIMA Prodi Batik FSRD ISI Solo bersama siswa SD menggambar motif batik nusantara bersama, Kamis (3/10/2019), di Halaman SD Tugu, Jebres. Istimewa
loading...
Loading...
Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, HIMA Prodi Batik FSRD ISI Solo bersama siswa SD menggambar motif batik nusantara bersama, Kamis (3/10/2019), di Halaman SD Tugu, Jebres. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, HIMA Prodi Batik FSRD ISI Solo bersama siswa SD menggambar motif batik nusantara bersama, Kamis (3/10/2019), di Halaman SD Tugu, Jebres.

Batik yang telah diakui dunia sebagai warisan dunia non bendawi, mempunyai konsekuensi bagi Indonesia untuk selalu mengembangkan dan melestarikan seni adi luhung tersebut. Untuk itu, Komunikotavisual bekerjasama dengan HIMA Prodi Batik FSRD ISI Surakarta mengadakan event bertajuk 1001 Motif Batik Imajinasi Kreasi Anak yakni menggambar beragam motif batik nusantara bersama 100an siswa Sekolah Dasar Negeri Tugu, Jebres.

Baca Juga :  Genap 2 Tahun, Hotel Pop Solo Sajikan Pengalaman Terbaik Bagi Pengunjung

“Beragam motif batik, seperti Motif Batik Kawung, Parang Rusak, Mega Mendung dan motif dari nusantara lainnya digambar dengan alat gambar bebas, seperti pensil warna, spidol, pastel, dan crayon dalam media kertas ukuran A4 kuarto,” urai Ketua HIMA Batik, Agus Nugroho.

Aksi unik tersebut bersamaan dengan Fashion Show Batik Go to School berupa peragaan busana oleh sembilan mahasiswa dari Prodi Batik FSRD ISI Surakarta dengan tema “Nuansa Batik dimana mereka berjalan mengitari diantara puluhan siswa yang sedang menggambar motif batik.

Baca Juga :  Ukur Keberhasilan, 140 Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Jalani Ujian Agama Islam

“Event ini bertujuan untuk kembali mengenalkan beragam motif batik Nusantara, selain itu untuk menumbuhkan dan mencintai budaya tradisi sendiri sejak dini, khususnya batik,” tukas Agus. Triawati PP

Loading...