loading...
Loading...
Para atlet PB RBT Humato Sragen saat berpose dengan para pemain jawara bulutangkis Indonesia, Hendra/Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo di basecamp GOR Sukorejo, Karangmalang, Sragen. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Turnamen bukutangkis Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Sragen 2019 yang berakhir medio pekan ini mencatat sejarah baru.

Selain hegemoni PB Sukowati yang akhirnya tampil sebagai juara umum, Kejurkab tahun ini juga menjadi catatan sejarah tersendiri bagi klub bulutangkis PB RBT Humato Sragen.

Ya, tampil di debut perdananya, Klub bernama panjang Robert Badminton Team Humato Sragen itu sukses membuat decak kagum dengan meraih runner up umum dengan dua gelar juara.

JOGLOSEMARNEWS.COM pun mencoba mengulik rahasia di balik prestasi mengesankan klub bulutangkis yang baru akan genap berusia setahun akhir 2019 ini.

Pendiri sekaligus pelatih Klub RBT Humato Sragen, Lilik Dwi Laksono menuturkan Klub RBT Humato dirintisnya pada akhir Desember 2018 dengan basecamp latihan di gedung bulutangkis GOR Sukorejo Karangmalang dan Widoro Sragen.

“Sebelumnya klub RBT Humato sendiri ada di Jakarta sejak 2009. Lalu saya balik ke Sragen dan sata rintis di Sragen akhir Desember tahun lalu. Jadi setahunnya baru nanti bulan desember,” paparnya saat berbincang dengan JOGLOSEMARNEWS.COM, Sabtu (19/10/2019).

Pelatih yang akrab disapa Gogon itu menguraikan PB RBT Humato digawangi oleh pelatih-pelatih kenamaan yang sudah malang melintang di perbulutangkisan Sragen. Selain dirinya, ada tiga pelatih lain yang turut menangani atlet-atlet di bawah bendera RBT Humato.

Tiga pelatih itu masing- masing Yogi Prasetyo, Tantri, dan Akbar. Lilik menguraikan sejarah pendirian Klub PB RBT Humato Sragen berawal ketika dirinya memutuskan untuk berhenti melatih di klub besar di ibu kota, Exist Badminton Club Jakarta, setahun silam karena ingin pulang kampung ke Sragen.

Saat itu ia memang berkeinginan untuk kembali ke kampung halaman di Sragen dan membesarkan bulutangkis dengan merintis klub sendiri.

Dengan dukungan beberapa pihak dan sponsor yang memberi support, akhirnya RBT Humato pun berhasil diirintis. Ia mengisahkan di awal berdirinya setahun lalu, baru ada 12 orang atlet yang mendaftar dan berlatih.

Namun dengan ditopang pelatih mumpuni dan menu latihan yang bagus, perlahan tapi pasti, selama kurun 10 bulan, jumlah atlet yang bergabung pun kian bertambah.

“Sekarang sudah ada 22 orang atlet. Sebuah capaian yang bagus untuk klub yang baru. Kami bersyukur orangtua atlet sudah banyak mempercayakan anaknya untuk berlatih di klub kami,” terangnya.

Baca Juga :  Terungkap, Misteri Mobil Dinas Yang Kecelakaan Maut Tewaskan 1 Pemotor Ternyata Milik Bina Marga DPU-PR Sragen. Sopirnya Diketahui Bukan PNS

MULAI RAIH JUARA 

Meski terbilang baru seumur jagung, berkat kematangan teknik latihan dari pelatih-pelatih, prestasi anak didik di RBT Humato sudah langsung terlihat.

Pelatih Klub RBT Sragen, Lilik saat berpose dengan anak asuhnya yang merebut dua gekar juara di Kejurkab Bulutangkis Kabupaten Sragen 2019. Foto/Wardoyo

Di tahun pertama, atlet tunggal putra usia dini, Bintang Luciano PR sudah mampu merebut juara kedua di turnamen se-Jateng pada medio 2019 ini dan turnamen Yuzu Isotonik di Kendal, Jateng.

Kemudian puncaknya di Kejurkab kemarin, Bintang Luciano yang baru berusia 10 tahun bersama Ilhal Naufal (12) sukses mempersembahkan gelar juara dari kelompok umur usia dini dan tunggal anak-anak putra.

Dari skuad yang diturunkan di Kejurkab, anak-anak RBT Humato sukses meraup total dua emas, dua perak dan tiga perunggu. Raihan itu pun sukses mengantarkan RBT Humato bertengger di posisi kedua juara umum di bawah PB Sukowati.

Selain Bintang dan Ilham, pemain RBT Humato lainnya Alexandra Anggraini dan ganda Dimas/Reza, juga bersinar dengan menyumbang medali perak di Kejurkab kemarin.

Lantas apa yang membuat PB RBT Humato begitu cepat melejitkan atlet meski baru setahun berdiri?

Lilik menuturkan selain pelatih yang menguasai teknik, program latihan yang diterapkan juga mengadopsi sistem latihan klub-klub besar.

“Durasi latihan kita terapkan setiap hari jam, setiap pagi dan sore. Setiap hari masuk kecuali Minggu. Latihannya mulai dari fisik, teknik, hingga pembentukan karakter. Kalau klub di daerah kan biasanya hanya sore dan durasinya nggak penuh setiap hari,” terangnya.

Perihal biaya, ia menyebut sangat terjangkau. Untuk biaya latihan perbulan hanya dipatok Rp 300.000 dengan program latihan digeber setiap hari.

Lilik menyampaikan hanya dengan menu latihan yang intensif, akan bisa mencetak atlet- atlet yang bagus dan dengan sistem itu klub di daerah akan bisa bersaing dengan klub-klub besar.

Disinggung soal target, ia mengatakan secara khusus tak mematok target. Namun ia berharap kehadiran PB RBT Humato bisa menjadi wahana bagi atlet-atlet bulutangkis Sragen untuk berlatih sehingga bisa berprestasi di skala nasional hingga internasional.

“Untuk atlet kita berharap mereka bisa berprestasi di setiap turnamen. Kalau bisa tembus di turnamen level sirkuit nasional. Saat ini sudah ada Bintang Luciano sama Affarel yang bisa nembus Sirnas meski baru bisa sampai 8 besar. Tapi sudah bagus, karena kita juga baru, dan kompetitornya dari banyak klub-klub besar nasional,” terang Lilik.

Baca Juga :  Sragen Masuk Zona Merah Kemiskinan, Wagub Taj Yasin Sebut di Beberapa Desa Ada 400 KK Miskin 

PROGRAM SUBSIDI 

Lebih lanjut, ia menguraikan selain pelatih, biaya terjangkau dan program intensif, yang membedakan PB RBT Humato dengan klub lain adalah program subsidi.

Lilik mengatakan di klubnya, ia menerapkan program subsidi bagi atlet di setiap mengikuti turnamen. Subsidi diberikan dalam bentuk akomodasi, transport hingga uang makan.

“Kalau klub-klub di daerah rata-rata kan kalau atletnya bertanding harus biaya sendiri. Kalau di kami, ada subsidi sehingga meringankan orangtua juga,” ulasnya.

Dua jawara andalan PB RBT Humato, Bintang Luciano (kiri) dan Ilham (kanan) berpose bersama pelatih PB RBT Humato, Lilik Dwi Laksono, sembari menunjukkan piala kebanggaan mereka di Kejurkab Bulutangkis Kabupaten Sragen. Foto/Wardoyo

Menurut Lilik, program subsidi itu bisa diberikan tak lepas dari adanya dukungan sponsorship yang selama ini membantu PB RBT Humato. Sponsor itu diantaranya dari Billy Beras Sragen, Alegrium Jakarta dan PT Arya Adhigana Arsa Jakarta yang bergerak di bidang properti.

Dengan dukungan tersebut, ia optimis PB RBT Humato Sragen akan bisa berkembang dan bisa memenuhi obsesinya yakni menelorkan atlet-atlet bulutangkis handal dari Sragen yang bisa menembus pelatnas, dengan prestasi nasional maupun level internasional.

“Sebelumnya waktu di Jakarta, PB RBT Humato pernah menembus itu. Salah satu anak didik kami, Yonathan Ramli sekarang bisa masuk Pelatnas dan kemarin berkompetisi di kejuaraan dunia Junior 2019 masuk semifinal. Kami ingin mengulangi momen itu di Sragen. Semoga,” pungkasnya. Wardoyo

 

Sekilas Tentang PB RBT Humato Sragen:

Nama Lengkap Klub: Robert Badminton Team Humato Sragen

Berdiri mulai: Desember 2018

Pendiri: Lilik Dwi Laksono alias Gogon

Basecamp: GOR Bulutangkis Sukorejo dan Widoro Sragen

Nama Pelatih:

1. Lilik Dwi Laksono

2. Yogi Prasetyo

3. Tantri

4. Akbar

Program latihan:

Setiap Hari Pagi-Sore selama 8 Jam

Daftar Prestasi:

1. Juara 2 Kejuaraan Bulutangkis se-Jateng nomor usia dini (a.n Bintang Luciano PR)

2. Juara 2 Umum Kejurkab Butangkis Kabupaten Sragen 2019

Sumber: wawancara

 

Loading...