JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gempa Maluku Utara 7,1 Magnitudo, BMKG Belum Akhiri Peringatan Dini Tsunami

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Gempa Maluku Utara, Kamis pukul 23.17 WIB. BMKG.GO.ID

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gempa berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang Maluku Utara, Kamis (14/11/2019) pukul 23.17 WITa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hingga berita ini diturunkan, sekitar 1,5 jam setelah gempa, BMKG belum mengakhiri peringatan tsunami.

Kabid Diseminasi Iklim & Kualitas Udara BMKG Hary Djatmiko mengatakan hasil evaluasi monitoring gempa, kejadian ini berpotensi terjadi tsunami. Ia meminta wilayah Minahasa Utara dan Minahasa bahian selaran waspada.

Baca Juga :  KPAI Sayangkan Apel Ganyang Komunis oleh PA 212 Libatkan Anak-anak

“Waktu tiba gelombang dapat berbeda. Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar,” ujarnya seperti dalam siaran pers, yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/11).

Sebelumnya BMKG merilis gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 kemudian BMKN merivisi kekuatan gempa menjad 7,1 SR. Hary Djatmiko mengatakan, gempa memiliki kedalaman 10 kilometer (km). Titik gempa berada 134 km Barat Laut Jailolo-Malut.

Baca Juga :  Menparekraf Wishnutama Imbau Kementerian dan Himbara Gelar Rapat di Hotel

Harry menambahkan, daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan yaitu di Kota/ Kabupaten (Provinsi) Halmahera Maluku Utara dengan status waspada, kemudian Kota Bitung Sulawesi Utara dengan status waspada. Kemudian di Kota Ternate Maluku Utara dengan status waspada.

www.republika.co.id