JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gempa Maluku Utara 7,1 Magnitudo, BMKG Belum Akhiri Peringatan Dini Tsunami

PPDB
PPDB
PPDB

gempa malut
Gempa Maluku Utara, Kamis pukul 23.17 WIB. BMKG.GO.ID

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gempa berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang Maluku Utara, Kamis (14/11/2019) pukul 23.17 WITa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hingga berita ini diturunkan, sekitar 1,5 jam setelah gempa, BMKG belum mengakhiri peringatan tsunami.

Kabid Diseminasi Iklim & Kualitas Udara BMKG Hary Djatmiko mengatakan hasil evaluasi monitoring gempa, kejadian ini berpotensi terjadi tsunami. Ia meminta wilayah Minahasa Utara dan Minahasa bahian selaran waspada.

Baca Juga :  Gawat, Kasus Positif COVID-19 di Kudus naik 7.594%, Jepara naik 685%, Sragen naik 338%, Kota Semarang naik 193% dan Semarang naik 94 %. Berikut ini Daftar Lengkapnya

“Waktu tiba gelombang dapat berbeda. Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar,” ujarnya seperti dalam siaran pers, yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/11).

Sebelumnya BMKG merilis gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 kemudian BMKN merivisi kekuatan gempa menjad 7,1 SR. Hary Djatmiko mengatakan, gempa memiliki kedalaman 10 kilometer (km). Titik gempa berada 134 km Barat Laut Jailolo-Malut.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Naik 53,4 Persen Tiga Pekan Pascalebaran, Jawa Tengah Naik 120 persen

Harry menambahkan, daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan yaitu di Kota/ Kabupaten (Provinsi) Halmahera Maluku Utara dengan status waspada, kemudian Kota Bitung Sulawesi Utara dengan status waspada. Kemudian di Kota Ternate Maluku Utara dengan status waspada.

www.republika.co.id