JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragedi Puting Beliung Sragen. Tak Hanya SMK dan Water Boom, Satu Mobil dan Balai Pertemuan Juga Ringsek Tertimpa Pohon 

Kondisi mobil yang tertimpa reruntuhan akibat puting beliung, Rabu (20/11/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi mobil yang tertimpa reruntuhan akibat puting beliung, Rabu (20/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bencana angin puting beliung yang menerjang Sragen Barat, Rabu (20/11/2019) siang tak hanya merusak SMKN 1 Miri dan Water Boom Gemolong Indah di Gemolong.

Terjangan angin berkecepatan tinggi itu juga menimbulkan sejumlah kerusakan fasilitas umum dan milik warga di dua wilayah itu.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengungkapkan berdasarkan data yang diterima dari petugas, bencana puting beliung kemarin sore menimbulkan kerusakan diantaranya SMKN 1 Miri, Water Boom Gemolong Indah dan beberapa kerusakan lainnya.

Baca Juga :  Kreatif di Masa Pandemi, Polsek Sidoharjo Sragen Bersama Pemuda Sulap Lahan Kosong Jadi Sentra Aneka Sayuran. Kapolsek Pun Rela Keliling Bagi Sayuran Gratis untuk Warga

“Di SMKN 1 Miri ada 23 korban luka. Lalu Water Boom Gemolong juga berantakan,” paparnya, Kamis (21/11/2019).

Ia menguraikan ada sejumlah tiang listrik di Gemolong yang tumbang menimpa perumahan warga.

Foto/Wardoyo

Kemudian ada pula balai pertemuan yang rusak diterjang angin.

“Kemudian ada mobil yang tertimpa pohon tumbang,” urainya.

Tatag menguraikan untuk sementara korban luka di SMKN 1 Miri tercatat sebanyak 23 orang. Terdiri dari 22 siswa dan satu guru.

Baca Juga :  Tampil Bareng Untuk Kali Pertama, Pasangan Yuni- Suroto Lepas Ratusan Santri Lirboyo Balik ke Pondok. Yuni Sampaikan 3 Pesan, Suroto Sebut Wujud Kepedulian

Namun tidak ada korban yang meninggal. Mayoritas korban mengalami luka di bagian kepala, tangan dan kaki.

“Ada 4 yang patah tulang langsung dilarikan ke RS Karima Utama Solo. Semua sudah tertangani dengan baik oleh tim. Untuk penanganan tanggap darurat ditangani dari PMI, PSC, BPBD dan para relawan,” tukasnya.

Ditanya korban dari warga, Tatag menyebut sejauh ini tidak ada laporan soal itu. Wardoyo